#Merayakan #Ketulusan

Tulisan hari ini meyakinkan bahwa aku mampu berdiri lagi dari keterpurukan langka : berhenti menuliskan semua isi kepalaku. Termasuk malam ini.

Mungkin, sabtu malam ini adalah sabtu terbaik yang aku catat di prasasti kenangan yang bersemayam khusus di salah satu sudut bagian tubuh terpenting manusia. Hati dan perasaaan sebagai seorang manusia yang memiliki simpati dan empati.

Jatuh Cinta tidak separah itu ternyata, kata Logika kepada hati. Sebuah retorika sebenarnya mempunya dua sisi yang sangat pantas untuk diulas. Namun aku enggan untuk membahas hal ini. Biarlah kali ini, aku memainkan sebuah lagu dengan lirik yang sama sekali tidak aku pahami maknanya dengan partitur yang masih baru dan sedang akan di-aransemen dengan musik yang belum aku ketahui komposisinya.

Sebuah pertanyaan yang memicu kepalaku terus menggagungkan hal ini sepanjang perjalananku menuju dimensi lain : Haruskah aku lanjutkan atau mungkin aku harus berhenti mengejar kamu? Yang hanya sekedar memberi ruang semu namun memaniskan. Atau kenyataan pahit, jalan yang aku tempuh tidak berujung pada tujuan yang aku tuju yakni dermaga. Dermaga yang tengah bersandar sebuah perahu yang dibangun oleh semangat optimis dan rasa cinta yang tinggi. Perahu yang siap berlayar dan meninggalkan dermaga untuk kemudian berkelana menyusuri setiap jengkal perairan. Semakin manis rasa yang ditinggalkan, menyekanya pun enggan, maka sebaiknya apa perlu aku pertaruhkan semua hal yang  telah dikorbankan meski hal itu tidak lumrah dan sangat tidak memungkinkan?

Entah kenapa, jika hal itu tidak aku lakukan, akan menjadi beban pikiran. Sekalipun jawaban tidak akan terlontar dari bibir kamu, aku akan sangat mengerti. Karena cara aku dalam merayakan rasa penasaran adalah melakukannya tanpa memikirkan apakah hal itu membuang waktuku atau tidak. Perkara berhasil tidaknya, aku tidak begitu ambil pusing. Sekali lagi, yang aku tahu bahwa aku telah melakukan hal yang benar terhadap apa yang sedang aku perjuangkan. Meski menurut kamu sendiri, aku sangat bodoh dan tergesa-gesa  memutuskan tindakan itu. Aku tidak peduli lagi. Aku yang mempunyai cara sendiri dalam mengutarakan dan menunjukkan seberapa besarnya keinginan aku untuk memiliki kamu. Hanya itu saja.

Aku tidak pernah mengusik masa lalu. Masa di mana aku sudah mencoba cara satu dan cara lain untuk meraih hatimu. Meski aku gagal suatu saat nanti. Namun bgitu, izinkan dan biarkan aku melihat untuk mendapatkan hatimu dengan caraku. Tidak perlu kamu merisaukan apakah luka yang timbul nanti betapa pedih dan sangat koyak, tidak perlu dipikirkan. Tidak perlu juga memikirkan bagaimana luka pedih itu sembuh dan pulih.

Kamu pasti akan berpikir sekilas, bagaimana aku dengan mudah menyerahkan hati ini kepada kamu. Sekali lagi, ini adalah bagian dari kenangan yang ingin aku punya. Dan aku melibatkan sosok kamu, sedikit saja. Mohon maaf sekiranya, aku tidak bisa memberi imbalan materi yang pantas.

 

Iklan

#BNIFinancialPlanner : Menentukan Rencana Keuangan Dalam Sapuan Jari.

Layanan jasa dalam industri perbankan Indonesia kian waktu menunjukkan geliat yang cukup signifikan. Fasilitas dan penambahan fiturnya setiap waktu ditambahkan guna mempermudah dan memanjakan nasabah existing dalam memaksimalkan jasa yang disediakan serta menjadi daya tarik bagi calon nasabah baru untuk membuka rekening serta turut memanfaatkan layanan jasa yang telah disediakan.

Sebagai bank BUMN yang telah melayani masyarakat Indonesia sejak 1959 dan tersebar merata di seluruh Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia, Tbk senantiasa menyempurnakan pelayanan jasa-jasa keuangan yang dimiliki – bahkan di era serba digital ini – turut menyemarakkan aktivitas transaksi elektronik melalui beragam kanal-kanal digital yang telah dibangun seperti internet banking, mobile banking dan sms banking. Tidak luput dalam ingatan kita, produk terbaru BNI yakni UnikQU yang menyediakan sistem pembayaran dengan menerapkan teknologi QR Code.

Namun bahwasanya, apakah fitur dalam layanan ini sudah cukup bagi nasabah? Apakah sudah dapat mengakomodir semua kebutuhan transaksi yang diinginkan? Dapatkah semua kebutuhan transaksi seperti pembayaran Listrik, PAM, tiket pesawat, Telkom, Tagihan Telepon Seluler Pasca Bayar, Pembayaran SPP Kampus dan lain sebagainya diakomodir dalam satu tempat? Apakah faktor keamanan data nasabah terjamin? Bagaimana pemeliharaan infrastruktur demi keberlangsungan layanan yang disediakan sehingga tidak mengganggu aktivitas nasabah? Dan masih ada lusinan pertanyaan yang akan timbul

Sejarah mencatat pada tahun 2001, sebuah Bank Swasta Nasional secara masif  dan percaya diri menyediakan layanan internet banking. Tingkat keamanan diperketat telah diterapkan melalui serangkaian bahasa pemrograman dan algoritma. Namun begitu, ada celah kelemahan yang telah diketahui salah seorang hacker yang berhasil membuat landing page yang mempunyai tampilan serupa dengan membeli domain-domain dengan penamaan URL yang salah diketik. Kasus ini memang mencuat ke ranah publik, hanya saja sang hacker dengan sportif dan sukarela memberikan seluruh data yang telah berhasil di-capture melalui landing page dari domain-domain yang telah dibelinya. Penjelasan melalui surat terbuka dan sekaligus meminta maaf secara publik. Pun media online Indonesia turut menyebarkan surat terbuka ini dan pihak bank swasta nasional itu pun tidak memperpanjang masalah.

Sebagai teknologi yang utama saat ini, Internet memegang peranan yang sangat penting dalam dunia perbankan. Sebelum perkembangan smartphone beserta operating system yang terbenam di dalamnya, internet memiliki behavior yang sangat kompleks. Oleh sebabnya, sebagai layanan digital, BNI meluncurkan paket layanan yang cukup kompleks yakni BNI Internet Banking melalui tautan http://https:ibank.bni.co.id. Layanan ini telah melayani nasabah sejak tahun 2007 dan mengalami beberapa perubahan berupa penambahan dan penyempurnaan layanan yang mencakup fitur cek saldo rekening dan multi rekening, pembelian pulsa, pembayaran tiket pesawat. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan nasabah yang kian kompleks, tentu banyak fitur yang disematkan dalam fasilitas internet banking ini.

Untuk dapat menikmati layanan ini, nasabah diwajibkan untuk mengaktifkan fitur ini melalui beberapa langkah di bawah ini :

Di layar BNI ATM, masuk ke menu “Registrasi e-Channel”, lakukan langkah-langkah:

  1. Pilih “BNI Internet Banking”
  2. Buat sendiri nomor PIN (6 digit) Anda.
  3. Setelah Anda berhasil melakukan registrasi di BNI ATM, Anda akan mendapatkan struk registrasi dari BNI ATM.

Proses Aktivasi setelah registrasi di BNI ATM atau secara Online

  1. Setelah registrasi di ATM ataupun secara Online, lakukan aktivasi dengan akses kembali alamat URL BNI Internet Banking https://ibank.bni.co.id dan silakan pilih menu Aktivasi (klik tombol “Klik Di sini”).
  2. Setelah aktivasi, layanan BNI Internet Banking sudah dapat digunakan untuk transaksi non-finansial, seperti cek saldo, mutasi rekening dan informasi tagihan.
  3. Untuk dapat bertransaksi finansial, seperti transfer, pembayaran tagihan dan isi ulang pulsa, silakan datang ke cabang BNI terdekat untuk mengaktifkan layanan transaksi finansial.

Registrasi & Aktivasi BNI SMS Banking Melalui Cabang BNI

  1. Datang ke cabang BNI terdekat dengan membawa: Kartu Identitas diri (KTP,SIM, Passport) dan Bukti kepemilikan rekening perorangan (Taplus dan derivatifnya dan Giro perorangan) dan/atau BNI Card.
  2. Petugas Cabang akan membantu dalam melakukan proses registrasi & aktivasi BNI Internet Banking.

Beberapa fitur yang disediakan oleh BNI Internet Banking adalah sebagai berikut :

New Picture

Gambar 1. Biaya atas fitur dalam BNI Internet Banking

Fitur dan Menu BNI Internet Banking

Username dan Password/UserID adalah dua field yang selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penerapan sistem informasi. Username (nama pengguna) dan password (kata pintas) merujuk kepada peruntukkan ke pengguna yang memang berhak untuk mengakses informasi tentang beragam informasi yang disediakan oleh sistem informasi itu. Setelah mendaftarkan layanan dan aktivasi BNI Internet Banking, nasabah akan diminta untuk memasukkan username dan password terlebih dahulu.

1

Gambar 2. Tampilan awal BNI Internet Banking

Username dan Password/UserID merupakan kombinasi field yang aman, awalnya. Hanya saja, ketika sebuah account yang berhubungan dengan transaksi keuangan, maka sebuah captcha (numeric) acak diterapkan di sini, sebagai satu security tambahan untuk memastikan apakah pengguna yang akan mengakses informasi rekening nasabah adalah manusia atau robot. Dalam deskripsi wikipedia, Captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test)  yang memastikan jawaban yang dihasilkan bukan dari komputer.

 

details login bni

Gambar 3. Details field Username, Password dan Security Check

Pilihan bahasa yang disediakan oleh BNI Internet Banking terdiri dari Bahasa Indonesia dan English. Pilihan bahasa ini akan mempengaruhi tampilan menu navigasi.

2.jpg

Gambar 4. Halaman Beranda dari BNI Internet Banking

Untuk dapat menggunakan layanan BNI Internet Banking ini, maka dibutuhkan alat otorisasi tambahan berupa Token atau yang dikenal dengan istilah e-secure yang dimiliki oleh masing-masing nasabah ketika mengaktifkan layanan ini.

Gambar 5. BNI Token

Alat ini berfungsi sebagai verifikator transaksi yang akan menghasilkan enam dan delapan angka secara acak untuk kemudian dimasukkan ke dalam kolom verikasi. Alat ini hanya dapat digunakan oleh user atau pengguna yang telah didaftarkan terlebih dahulu. Dan berhubung token ini sedang tidak dapat saya pakai, maka untuk percobaan beberapa jenis transaksi tidak dapat dijalankan. Maka, saya akan ulas beberapa hal lain yang tidak membutuhkan verifikasi angka acak yang dihasilkan token ini.

Secara umum, tampilan yang disajikan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Simple and user friendly adalah konsep yang selalu dianut oleh setiap developer web. Dan begitulah kesan yang timbul ketika menjumpai user interface yang disajikan oleh sistem informasi ini. Masing-masing Tab Menu yang disediakan adalah sebagai berikut

Beranda adalah halaman yang menyajikan informasi berupa info password (masa berakhir password dalam hitungan hari dan tanggal terakhir login gagal), Info Email (Email Brodcast, Email Belum Terbaca dan Alert Belum Terbaca) serta Informasi Terkini.

Favorit adalah halaman menu yang menyajikan informasi seputar menu aktivitas favorit yang sering digunakan dalam Internet Banking.

Rekening adalah halaman menu mencakup sub menu Saldo Rekening, Saldo Investasi, Mutasi Tabungan & Giro, Mutasi Deposito & Tapenas, Mutasi Pinjaman dan Mutasi Dana Pensiun

Transaksi adalah halaman menu yang mencakup sub menu :

  • Transfer meliputi Transfer Antar Rekening BNI, Transfer Online Antar Bank, Transfer RTGS, Transfer Kliring, Transfer ke Rekening Dana Pensiun dan Gunakan Template Transfer
  • Info dan Administrasi Transfer meliputi Atur Rekening Tujuan, Transfer Terjadwal, Transfer Berulang, Transfer Belum Selesai, Transfer Selesai, Semua Transfer dan Data Transaksi
  • Pembelian/Pembayaran meliputi Pembelian, Pembayaran Tagihan, Lihat Semua Pembayaran/Pembelian dan Atur Daftar Pembayaran

Layanan Lainnya adalah halaman menu mencakup sub menu :

  • Email meliputi Email Terkirim, Email Terhapus, Email Broadcast, Folder Anda, Kotak Masuk Anda.
  • Inkuiri Fasilitas terdiri dari Limit Transaksi dan Informasi Poin Reward
  • Permohonan Layanan terdiri dari Permohonan Menu dan Cari Permohonan
  • Simulasi, sub menu yang telah dikategorikan berdasarkan tipe yakni, Simulasi Perencanaan Keuangan, Simulasi Pinjaman, Simulatpr Peningkatan Dana dan Simulator Perencanaan Dana

Profil adalah halaman menu dengan Sub menu yang memuat dan memfasilitasi nasabah untuk kebutuhan seperti Atur Preferensi Internet Banking, Atur Prefrensi Rekening, Atur Rekening Favorit, Atur Aktivitas Favorit, Ubah Password, Ubah UserID, Lihat dan Ubah Detil Personal, Download BNI m-secure untuk Android, Blackberry dan J2ME serta Pendaftaran dan Perbarui Notifikasi melalui SMS.

Pengelolaan Finansial Pribadi adalah Sub MenuPengelolaan Finansial Pribadi meliputi Atur Kategori, Atur Transaksi Tunai, Liat Laporan, Pengaturan Tujuan, Ringkasan Multi Rekening, Kalender Transaksi

Dari penyajian menu ini, memang sekilas sedikit terlihat ambigu karena tidak tersedianya batas menu. Seolah-olah menu yang terhampar menjadi satu kesatuan utuh. Dan durasi waktu log in yang disedikan selama berada dalam sistem informasi terpadu ini, nasabah hanya mendapatkan jatah waktu yang tidak panjang, hanya lima (5) menit yang diberikan oleh sistem secara default. Dalam dunia teknologi informasi dikenal dengan istilah Session (Dalam bahasa pemrograman, Session adalah teknik penyimpanan data/informasi pada komputer server yang digunakan pada beberapa halaman termasuk halaman itu sendiri). Sistem akan secara otomatis mengarahkan ke halaman lain untuk melakukan validasi (re : memasukkan username/userid dan password serta captcha untuk dapat mengakses kembali. Berdasarkan analisa saya pribadi, penetapan durasi waktu lima (5) menit ini adalah waktu rata-rata  yang dihabiskan nasabah dalam bertransaksi non tunai melalui Internet Banking.

Session Out.jpg

Gambar 6. Session Out

Tingkat keamanan : Validasi Form

Sebagai sistem informasi berbasis web, form sebagai corong saluran yang nantinya akan menampung informasi berupa data di dalam database, dibutuhkan suatu pemberlakuan syarat agar data yang diminta adalah benar sesuai dengan peruntukkannya. Misalnya, field A menampung karakter angka, maka form tersebut harus dan hanya dapat menerima karakter angka. Begitu pun untuk form isian yang meminta data masukan berupa huruf, kombinasi angka dan huruf maupun kombinasi tanda baca, huruf dan angka.  Saya telah melakukan beberapa uji form yang disajikan BNI Internet Banking, seperti yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.

20.jpg

Gambar 6 . Sub Menu Pengelolaan Finansial Pribadi – Pengaturan Tujuan

Sebagaimana gambar di atas, saya membuat Tujuan Perencanaan Keuangan Untuk Pensiun. Uji validasi form ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.

23

Gambar 7. Notifikasi kesalahan pengisian

Seperti yang ditunjukkan pada gambar tujuh, field “Saldo Rekening Tujuan Kuangan saat ini” menunjukkan informasi bahwa nilai yang dimasukkan tidak sesuai. Field ini hanya dapat menerima nilai angka untuk kemudian dimasukkan ke dalam database. Maka, validasi form ini sudah dibuatkan aturan sebagaimana yang dikehendaki karena nilai yang diinginkan adalah nilai berupa angka tanpa tanda baca.

24

Gambar 8. Pengisian field pada form yang benar.

Mengapa validasi form menjadi hal yang harus diperhatikan? Validasi form harus dapat menjamin bahwa nilai yang dimasukkan dapat menjamin kelangsungan daur hidup database. Nilai yang dimaksud dapat berupa karakter angka, huruf, karakter special maupun kombinasi ketiganya, yang dimasukkan oleh pengguna dalam hal ini nasabah, tidak serta merta dapat disimpan langsung ke dalam database. Karena nilai yang dimasukkan itu belum diketahuin apakah sudah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya, form tersebut hanya dapat menampung nilai berupa angka, atau hanya berupa huruf, atau hanya dapat menampung sejumlah karakter dalam range tertentu.

Dan tidak menutup kemungkinan seorang pengguna dapat memasukkan kode script atau tag HTML yang dapat merusak situs atau portal web. Tindakan ini dikenal dengan istilah Cross-site Scripting.

Adapun proses validasi ini tempat prosesnya dibedakan menjadi Server Side & Client Side. Berdasarkan gambar 8, validasi dilakukan di Client Side karena dilakukan di dalam browser. Sebelum data dikirimkan ke server, data akan diperiksa terlebih dahulu ketentuan dan kebenarannya oleh browser web. Setelah data yang dimasukkan sesuai, maka data akan diteruskan ke server untuk kemudian diproses ataupun disimpan di dalam database. Proses validasi ini menggunakan JavaScript atau VBScript, disesuaikan dengan browser yang dikembangkan oleh pengembang.

Sedangkan, waktu validasi ini dapat dilakukan pada saat proses memasukkan data berlangsung, setelah proses pemasukan data dilakukan atau pun sebelum data diproses. Yang diberlakukan dalam field ini adalah validasi saat memasukkan data berlangsung. Program secara otomatis akan mendeteksi dan memvalidasinya. Jika suatu masukkan nilai didefinisikan sebagai karakter angka, program akan memberikan alert – dapat berupa bunyi maupun tanda lain – bahwa data tidak dapat dimasukkan apabila nilai yang dimasukkan bukan karakter selain angka.

Fasilitas Kalkulator Finansial

Kalkulator diciptakan untuk menghitung cepat perhitungan tertentu. Pun demikian, BNI Internet Banking memiliki fitur ini. Kalkulator ini dapat menghitung nilai besaran dana yang harus ditabung atau disisihkan dalam rekening. Awalnya, saya berekspetasi bahwa kalkulator ini dapat menghitung nilai masa yang akan datang dengan melibatkan faktor inflasi dan perkiraan imbal hasil. Sebagai orang yang sedang belajar bidang pasar modal, saya cukup senang dan akan terbantu sekali dengan adanya fitur ini. Kalkulator ini membantu nasabah seperti saya dan nasabah yang lain dalam merencanakan tujuan tertentu seperti membeli mobil, rumah, pendidikan anak maupun pensiun.

25

Gambar 9. Hasil perhitungan menggunakan kalkulator finansial

Terlihat angka akhir yang harus disisihkan atau ditabungkan setiap bulan. Namun, setelah saya hitung manual, fasilitas ini belum melibatkan perhitungan inflasi dan nilai investasi. Jika diuraikan secara rinci seperti di bawah ini.

Tanggal Mulai Menabung 13 Agustus 2017
Tanggal Akhir Menabung 13 Agustus 2043
Jangka Waktu 26 Tahun = 312 bulan (y)
Tabungan Saat ini 50.000.000
Target tabungan saat pensiun 5.000.000.000
Jumlah sisa dana yang akan dicapai 4.950.000.000 (x)
Besaran Dana yang disisihkan per bulan (z) Z = X/Y = 4.950.000.000/312 bulan

= 15.865.384.615

Fasilitas ini menunjukkan bahwa kalkulator finansial yang digunakan masih sangat sederhana. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa perhitungan inflasi dan perkiraan imbal hasil belum sepenuhnya dimasukkan dalam fitur ini. Mengingat bahwa produk tabungan yang menjadi instrumen dalam mencapai empat tujuan yang disediakan oleh sistem maka perhitungan sederhana ini sudah cukup membantu nasabah.

Sebagai nasabah yang menginginkan adanya instrumen investasi yang aman, mungkin Reksa Dana dapat menjadi instrumen alternatif dalam mencapai cita-cita, dalam hal ini menikmati masa pensiun dalam keadaan berkecukupan tabungan. Tentu akan semakin prima jika layanan transaksi pembelian Reksa Dana langsung melalui Internet Banking dapat disediakan dalam waktu dekat oleh pihak BNI. Mengingat sistem pembelian Reksa Dana saat ini masih sangat manual, di mana nasabah harus datang ke Cabang APERD (Agen Penjual Reksa Dana) secara langsung dan mengisi form tertentu. Proses ini sedikti banyak menyita waktu, di tengah-tengah kesibukan masing-masing nasabah. Semoga pihak Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) selaku regulator dapat mempermudah transaksi jual beli Reksa Dana di bank – dalam hal ini, seperti bank-bank lain, BNI sebagai Agen Penjual Reksa Dana – sehingga memberikan dampak signifikan dalam pertumbuhan dan perputaran bisnis bank. Secara tidak langsung, Internet Banking BNI nantinya dapat menjadi One Stop Financial Service Solution.

Fitur Laporan Transaksi 

Sebuah layanan digital perbankan, laporan transaksi nasabah menjadi tolok ukur gambaran bagaimana keadaan rekening nasabah itu sendiri. Transparansi laporan transaksi ini jelas menjadi hal yang utama, karena mencatat segala bentuk aktivitas transaksi yang dilakukan nasabah dan terekam di sistem bank. Internet Banking BNI menyediakan fitur ini dan saya pun mencoba beberapa tahap, seperti yang ditunjukkan dalam gambar ini :

17

Gambar 10. Jenis laporan yang disediakan

Hasil yang didapat dari fitur ini adalah sebagai berikut :

17a

Gambar 11. Alert pilihan laporan yang ingin dilihat

Tidak banyak yang dapat saya ekplorasi dari laporan ini, mengingat ketentuan penggunaan BNI Internet Banking ini harus melibatkan penggunaan Token BNI. Namun, jika dilihat sepintas, fitur ini sangat membantu nasabah.

Seperti yang diketahui bersama, karakter setiap nasabah berbeda-beda. Dengan hadirnya fitur laporan ini dapat membantu nasabah yang menyukai hal-hal detil yang kemudian menganalisa perkembangan rekening yang dimilikinya itu.

Issue Keamanan Internet Banking

Sebagai sebuah solusi yang mempermudah dalam bertransaksi di dunia perbankan, tentu faktor keamanan menjadi hal yang sangat krusial untuk dipikirkan secara matang. Tidak sedikit nasabah bank manapun yang menyangsikan keamanan data masing-masing jika akan menggunakan fasilitas internet banking. Berdasarkan tingkat keamanan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni :

  1. Keamanan Tipe 1 : PC Nasabah ke Web Server
  2. Keamanan Tipe 2 : Keamanan dalam Lingkungan Sistem
  3. keamanan Tipe 3 : Pencegahan Masuknya Orang Tak Diundang

Tiga kelompok keamanan ini tentu sudah dipikirkan secara matang untuk ditemukan solusinya, sehingga data nasabah aman dan kenyamanan dalam bertransaksi berbasis internet banking tetap terpelihara. Semoga faktor ini tetap menjadi perhatian pihak BNI dalam memaksimalkan layanan internet bankingnya.

 

 

 

 

 

PKS – PERJANJIAN KERJA SAMA VS PERJANJIAN KERJA SUARA – PART 2

Setelah lama break dari nulis karena banyaknya kesibukan, now i’m ready again.

Baru sampai di mana ini ya?

kemaren gue hutang cerita mengenai judul di atas ya? well, here we go.

Oke, gue hanya menyimak aja obrolan itu tanpa merespon apa-apa selain kalimat pendek “oh begitu”. Jujur saja, yang gue tangkap waktu itu paham dan gue banget kayaknya. Berbekal pengalaman kerja yang gue punya, tentu untuk hal yang dijabarkan oleh Mas Didit, gue mengerti banget. Hanya saja, ada part yang belum gue klik sama posisi pekerjaan yang dimaksud oleh Mas Didit ini.

Dan benar saja, part obrolan yang belom klik ini adalah gue handle kerjaan selain event bidang apalagi ya? Pertanyaan lain muncul : kenapa enggak ada surat perjanjian kerja atau apalah yang benar-benar legal? Setidaknya, jika suatu saat nanti ada wan prestasi dari pihak pemberi kerja – dalam hal ini Mas Didit – gue nggak bisa klaim apa-apa dong ya? Dan masih banyak pertanyaan demi pertanyaan yang menggelembung di benak gue.

Dan pada akhirnya, yang hanya bisa gue dengarkan saat itu “Elo kerja sama gue berdasarkan kepercayaan aja. Elo bagus kerjanya, gue apresiasi dengan setimpal” kata Mas Didit. Omongan dia ini enggak bisa banget gue jadikan pegangan. Yah, elo semua tahu kan, lidah manusia tidak bertulang, bisa saja omongan A diingkari menjadi omongan B. Tanpa perlu pikir panjang lagi, gue mengiyakan bergabung karena mengingat kerjaan di Bank tempat gue membina karir sangat mentok. Mentoknya karena apa? Nanti gue ceritakan lagi di kesempatan lain, ya.

Well, Awal September 2016, officially gue ikutan kerja di bawah naungan PT yang bergerak di bidang penjualan komputer dan solusi IT. Lokasi tempat usaha – dulu gue menyebut lokasi ini dengan sebutan Kantor, seperti orang kebanyakan menyebut demikian. Tetapi kali ini, gue enggan menyematkan istilah “kantor”. – di sebuah komplek rukan yang ada di Harco Mangga Dua. First Impression, like really? I get office like…ya sudah, mau diapain lagi. Hanya dua kata “ya sudah” ini saja yang berlaku sepanjang hari gue terapkan. Dikenalin sama staffnya yang udah mengabdi selama 8 tahun, ya sudah. Dikenalin sama orang accounting dan merangkap sebagai orang pajak, ya sudah. Ruangan kerja ada di lantai lima, which is harus naik tangga lumayan capek dan ditambah sudut elevasinya kebangetan, ya sudah. Kehilangan kenyamanan kerja yang dulu, ya sudah. And every single words ya sudah-thing tadi, gue akhiri dengan helaan nafas yang panjang. Perubahan memang membuat kita dipaksa untuk terbiasa dengan hal yang baru. Terbiasa tekan tombol lift ke lantai 20-an, maka sekarang harus terbiasa melatih kaki untuk menaiki anak demi anak tangga yang nggak begitu banyak, tetapi cukup melelahkan.

pexels-photo-374074

Oh tentu saja. Suprisingly, difasilitasi segala macam berupa email korporate, notebook baru, motor honda bebek dan akses penting yang membuat gue sedikit jumawa. Damn, gue dipercaya banget. Uhuy. (I tell you, ya, ini perasaan yang sebenarnya biasa saja dan kesannya gue paksakan senang dengan keberadaan fasilitas ini. Kenapa begitu? Buat gue, kerja di bank pride-nya jauh lebih besar dan ketemu sama orang-orang penting yang buat gue semakin termotivasi. I dont know why, first impression gue kurang engaged kali ini. Sure, ini bukan pertanda yang baik buat gue. But in the end, ya sudahlah ya.

Jalan beberapa hari, gue memulai status karyawan “percobaan” di perusahaan ini. Komitmen gue, tiga bulan di tempat ini enggak bisa berkembang, maka dengan segala rasa hormat yang tersisa, gue harus rela ganti pekerjaan lagi. Gue masih punya waktu yang sama untuk submit CV ke beberapa perusahaan melalui jobsid, jobstreet or whatever. Gue memberikan waktu untuk percaya dan bisa jalanin kerjaan ini apalagi di bidang yang sudah lama enggak gue geluti : IT.

Sempat timbul rasa percaya diri ketika akan dipinang oleh perusahaan ini, namun gue merasakan janggal ketika di minggu kedua dan minggu-minggu selanjutnya.Are you kidding me?

Ruangan yang cukup besar dan sistem sharing-room dengan atasan yang duduk di meja paling selatan, di meja tengah ada senior (baru sebulan kerja di tempat ini) dan ada meja gue yang difasilitasi monitor tambahan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan lebih banyak dan tentu lebih banyak task yang bisa gue ambil. Demi memenuhi tantangan yang bernada sombong itu “Gue pengen elo bisa menyaingi kemampuan gue. Gue sebagai leader lo, gue akan mempush elo ke level yang paling maksimal. Kalo emang elo sampai mencret, mencret sekalian”…begitu titah Mas Didit yang mulia ini.

Seiring berjalannya waktu, ada masa yang membuat gue ingin keluar segera mungkin. Durasi perjalanan Mampang – Harco Mangga Dua – Mampang sangat menguras masa muda gue. Perjalanan yang tumben gue lakukan dengan motor sekalipun sangat menguras emosi, tenaga dan waktu gue. Coba ya, gue bandingkan – dan mungkin elo semua yang terbiasa naik kendaraan umum akan mengiyakan apa yang gue jabarkan kali ini – dulu terbiasa arah Mampang – Sudirman dengan durasi yang cukup selow, sekitar empat puluh menit dengan menggunakan moda transportasi umum Transjakarta. Biaya yang dikeluarkan pulang pergi setiap harinya sebesar Rp 5.500,00. Dan dengan transportasi ini, gue bisa melanjutkan tidur ketika ada jatah kursi kosong yang tersedia. Bahkan, buku-buku yang gue beli bisa dengan leluasa gue baca sambil berdiri. Bukan begitu, wahai pengguna jasa Transjakarta?

Kenyataannya berubah, bok.

Difasilitasin oleh perusahaan bukan berarti surga, justru jadi neraka level satu. Gue jadi merasakan apa yang dirasakan oleh pengendara motor senior. Menahan sabar karena antrian kendaraan yang ingin sesegera mungkin mendahului dan tiba di tujuan, asap knalpot yang itemnya kadang-kadang ngalahin kulit gue, belom lagi menahan denging telinga akibat bunyi klakson yang sahut menyahut dari depan sampai ke belakang antrian – udah kayak mau lahiran aja deh – dan ditambah lagi, pengujian sabar karena harus terjebak di situasi seperti itu.

Bukan begitu, wahai para pengguna motor senior?

Seminggu jadi biker lumayan, minggu kedua mulai bosen, minggu-minggu berikutnya…ehmmm ya sudah. Tetapi ditambah dengan drama “motor yang sudah diservis dan minta jajan karena ban bocor” itu sangatlah tidak seksi. Yeah right, sexy my ass.

Idealnya, motor sebagai kendaraan operasional adalah tanggungan perusahaan bukan? Setidaknya apa yang gue tahu saat itu. Si Revolinah ini kalo jadi manusia berjenis kelamin cewek, masuk kriteria boros. Setiap ada kesempatan pasti minta jajan servis. Dan ngenesnya adalah ketika gue tanyakan dan konfirmasi mengenai biaya yang timbul, si accounting dan si Mas Didit berujar sama ” Reimburse tidak bisa cair”.

Crap oh well crap…

 

(to be continue…)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PKS – Perjanjian Kerja Sama vs Perjanjian Kerja Suara – Part 1

“Pokoknya nanti, elo akan kerja dengan dinamika yang sangat tinggi. Elo pasti akan suka”.

Obrolan ini terjadi di sebuah resto di kawasan PIK sana, di hari minggu dan matahari sedang terik-teriknya menyinari dataran jakarta utara dan sekitarnya.

Anyway, familiar nggak dengan kalimat ini? well, ini yang gue alamin ketika dihire oleh sebuah perusahaan yang bergerak di industri teknologi informatika. (Bahasanya di-hire, hahahhaa, kebagusan ye? Yawes, biar lebih keren dan terlihat matching, gue gunakan istilah di-hire). Lanjut…!!!

Gue sebenarnya ogah posting tulisan ini, karena terlalu personal banget buat gue. Tetapi, gue mau ulas pengalaman ini agar menjadi cermin buat para junior gue yang tengah berjuang mencari pekerjaan di Jakarta atau di mana pun, agar pola pikirnya kepakek dan bener-bener rasional. Apalagi dalam mencari pekerjaan ini ada sangkut pautnya dengan persahabatan.

Pertemanan seseorang dengan pribadi yang lain sangat diuji banget, kadang-kadang. Ujiannya meliputi sebagian aspek bahkan seluruh kehidupan. Dan gue mengalami (lagi) phase ini. Jadi ceritanya, gue sedang hunting posisi di perusahaan-perusahaan di Sudirman yang memungkinkan mengangkat gue jadi staff mereka. Dengan jejak pengalaman yang gue punya – enggak perlu gue pamerin CV gue ya, hehehe – cukup acceptable-lah untuk diangkat jadi staff baru mereka. Namun begitu, sebagus apapun CV yang gue punya, selalu kalah bersaing dengan permainan channel orang dalam. To be honest, I’m sick of it. Tetapi, galah kesempatan selalu gue lontar dan tancapkan. Berkali-kali.

Nah, ketika dalam proses berupaya untuk mendapatkan posisi baru dan meninggalkan posisi lama di kantor yang lama, sebuah tawaran datang dari seorang teman akrab yang kebetulan juga dari Bali. Gue kira hubungan pertemanan kami hanya berlanjut dalam platform BBM, Whatsapp, Facebook or LINE. Nyatanya berlanjut sampai sekarang. Singkat kata, ketika ada kesempatan gue bercerita sama temen gue ini – oh ya, nama temen gue ini namanya Cika (bukan nama sebenarnya) – bahwa gue sedang akan pindah dari kerjaan lama. Dengan alasan, gue sudah jenuh dengan status karyawan outsourcing. Dan gue sempat utarakan juga bahwa kontrak kerja gue akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, tepatnya akhir Agustus 2016.

Obrolan kami berlanjut hanya di LINE saja. Diskusi berbagai hal dan mengulang memori kenangan tentang masa-masa kami sekantor dulu. Dan hingga akhirnya, part obrolan kami seperti ini.

She : kamu di sana udah berapa lama?

Me : x tahun.

She : dapat berapa kamu di sana?

Me : xxx sekian

Yak, dan panjang lagi pembahasan kami. As a bitch friend – jangan diartikan dengan makna lain yeee – , maka obrolannya pun akan ngalor ngidul seperti itu. Hehehe. Membahas kedongkolan kerjaan masa lalu, masa-masa di mana kami ngamen bareng lintas kota, gimana galau-galaunya Cika dengan cowok sebelumnya bahkan bela-belain nelpon malam buta hanya untuk gue perdengarkan tangisan galaunya itu. Yes, hanya karena cowok. She really love that asshole boy friend. Selang beberapa hari, gue mendapati chat yang lain dan berkesan angin surga banget. Yeah right, ke surge aja gue belum, ini  sok-sokan memberi ungkapan angin surga. Hahaha.

Di hari minggu awal Agustus, gue diundang makan bareng. Dan akhirnya bisa ketemu juga dengan Cika ini, setelah beberapa kali hanya sekedar wacana dan (sempat) di-php-in juga untuk ketemuan. Temen baik aja masih suka PHP-in ya? Apalagi orang lain yang baru kenal. Noted to my self, kala itu. Ibu kota dengan segala lingkungan yang dinamis, dapat saja mempengaruhi seseorang berubah menjadi lebih baik atau menjadi semakin buruk. Dan gue sempat mengecap Cika ini, sedikit berubah. Hmmm, I think I’ve skip this part, sebelum ada pertumpahan darah. Hahhaa.

 

Back to story. Jadi, awalnya di Setiabudi One – my choice, lebih dekat dengan – dan karena repot dengan urusan parkir, Cika ngabarin gue untuk keluar dari gedung dan ke seberang jalan arah ragunan. Tempat makannya di Kemang aja, katanya. Ya sudah, sebagai yang diajak makan, gue nurut-nurut aja deh.

And here we go. Apa yang dibahas di salah satu resto di Kemang itu adalah sebagai obrolan pembuka dan memperkenalkan diri antara gue dan calon suaminya Cika. Walau sebenarnya, basa basi sudah terjadi di dalam mobil. As stranger and outsider, gue hanya mengiyakan dan ketawa sekedarnya selama di mobil dan mengurangi kadar SKSD dengan calon suaminya Cika. By the way, namanya Didit and his name is alias. Teteup pakek alias untuk menjaga privasi orang. Ya kan, Mas Didit?

Selama obrolan hangat kami yang mengulas tentang pekerjaan dan mengenai pribadi masing-masing dan sembari mengunyah daging terenak di dunia yang dihidangkan oleh pihak resto, gue diberikan ruang untuk mengenal karakter Mas Didit ini.

 

“Jadi ya, bok, lakik eyke ini orangnya galak, tapi asyik dan baik. Nanti santai aja ya, jangan tegang.” Demikian briefing yang gue terima sebelum pertemuan ini dan memang seperti yang diceritakan oleh Cika. Dan di gue sendiri ada sedikit rasa segan. Kalau ketemu orang kayak gini, pasti crangky abis berurusan dengan details. Dan karena dalam rangka berkenalan dengan calon bos, maka gue nggak boleh berpikiran yang tidak-tidak bukan? So, I did. Oh wait, kalau masalah fisik, si Mas Didit ini tinggi-lah, pantesan si Cika  betah, bisa dipanjat banget Mas Didit. Dalam bahasa kekinian, panjatable.  Yes, artikan sendiri maknanya ya.

Makanan yang dipesan kloter pertama tuntas dan setengah porsi kloter kedua terpaksa dibawa pulang karena masing-masing perut kami sudah tidak mampu menampung potongan daging ini. Obrolan tiga jam kurang di resto ini cukup memberikan gambaran, tentunya dari pihak Mas Didit sudah mengetahui potensi gue ini

Dalam perjalanan pulang, akhirnya muncul obrolan mengenai peluang bekerja di Company Mas Didit ini.

“Gue butuh orang yang bisa memvisualkan gagasan gue ke dalam suatu bagan atau animasi. Company gue memang membutuhkan orang-orang kreatif. Orang-orang yang dapat menuangkan gagasan gue ke dalam satu proses yang dapat menghasilkan….(panjang bener bahasannya, so teknikal. Jadi anggap aja Mas Didit lagi berceloteh ya)…Dan menurut gue, elo itu kreatif karena sudah menghasilkan buku, dan Cika juga sudah cerita gimana elo selama ini.

Oke, gue hanya menyimak aja obrolan itu tanpa merespon apa-apa selain kalimat pendek “oh begitu”. Jujur saja, yang gue tangkap waktu itu paham dan gue banget kayaknya. Berbekal pengalaman kerja yang gue punya, tentu untuk hal yang dijabarkan oleh Mas Didit, gue mengerti banget. Hanya saja, ada part yang belum gue klik sama posisi pekerjaan yang dimaksud oleh Mas Didit ini.

Kelanjutan cerita ini? Nanti ya, setelah gue selesai ngucek cucian yang udah lama gue rendam dari kemarin. To Be Continue dulu…

 

#Lembaran #Baru #2017

Masih segar dalam ingatan gue, hingar bingar perayaan pergantian tahun baru berupa letupan cahaya warna warni di langit Jakarta dan sekitarnya, semalam. Meriah. Begitu riuh menggelegar dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

fireworks

Begitu meriah di atas sana. Di berbagai sudut langit penjuru mata angin, suara gemuruh saling bersahut-sahutan malam itu, menandakan bahwa lembaran 2016 berakhir dalam hitungan beberapa jam, disusul beberapa menit dan sang detik mengambil tempatnya, mulai menghitung mundur…

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1…

ten, nine, eight, seven, six, five, four, three, two, one…

*count down yang sama dalam berbagai bahasa di belahan bumi manapun*

Dan di bawahnya, ada ribuan pasang mata yang menatap penuh harap, penuh keikhlasan, penuh kebanggaan terhadap pencapaian yang telah direngkuh selama kurun waktu 366 hari di tahun 2016.

Tidak serta merta, hal-hal baik saja berlalu di tahun ini. Hal-hal baik yang mendatangkan akibat bahagia yang tidak terukur beratnya, penyebab gelak tawa yang tidak dapat diukur berapa harganya, atau hanya sekedar sunggingan kecil di wajah penuh arti. Namun, tidak ada salahnya hal-hal buruk yang mengendap, berlalu begitu saja atau timbul kepermukaan, ketika kesempatan mengingat hal-hal buruk itu menggoda pikiran, keberadaan mereka diakui sebagai bagian dari kisah harmoni selama 2016.

Mungkin, ada bentuk kekecewaan tersedak dan terdesak oleh waktu….

Mungkin, barisan rindu bertuan maupun tidak merapatkan barisan masing-masing untuk tetap di tempatnya…

Mungkin, penantian yang diharap akan segera berakhir, harus menunggu tanpa kejelasan entah sampai kapan…

Mungkin, ada beberapa rasa mungkin yang tidak dapat diuraikan dalam kalimat sederhana

Mungkin, ada harapan sederhana…tidak ingin hidup sendiri lagi

Mungkin, ada harapan jangka pendek, ciuman acak dengan orang asing di malam pergantian tahun baru…

Apapun bentuk mungkin, masing-masing pemilik pasang mata malam itu, memiliki harapan yang sama : menjadi lebih baik.

Pergantian tahun tidak ubahnya seperti membuka lembar baru dalam sebuah buku baru dengan tebal halaman sebanyak 365 halaman. Lembar-lembar putih polos ini siap untuk tuliskan kisah-kisah apapun yang ingin tertulis di setiap lembarnya, sesuai dengan apa yang diinginkan si penulisnya. Setiap orang sebagai penulisnya, kuasa kisah yang akan tertulis berada di tangannya sendiri,  yang didukung dan melibatkan : keputusan dan kesempatan.

Selamat tahun baru 2017.

#DAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tiga Belas

Tidak ada sisa menit yang terbuang sia-sia. Setidaknya untuk enam bulan yang lalu. Aku dapat dengan cepatnya memanfaatkan waktu untuk mencapai apa yang aku rasa dan wajib dicapai setiap harinya. Bagiku, waktu adalah sahabat yang mengerti apa yang aku mau – bahkan minuman soda yang termasyur itu jelas kalah saing – dan lebih dari sekedar sahabat, waktu menuntunku untuk sadar lebih realistis. Realiatis tentang peran kesadaran.

Aku mengerti dengan klimaks, bahwa waktu tidak dapat dikompromi. Sehingga, kesepakatan kami waktu itu adalah aku dan waktu berkelana setiap hari, menyelesaikan setiap puzzle acak yang akan menentukan kehidupanku selanjutnya. Waktu mengajarkan cara untuk berpikir taktis terhadap keping godaan Sale dengan digit angka fantastis. Waktu juga mengajakku untuk melihat lebih jauh lagi bagaimana memantik semangat yang meredup. Dan waktu menjawab, betapa cukupnya tabungan sabar yang aku miliki selama ini. Dan waktu yang menyadarkan, bahwa kamu mengibakan orang lain bukan karena cinta.

Dan benar, waktu dengan sengajanya menghardikku. “You waste my power to build a shit of your shit. Stop it, pal”. Deru jantung mungkin tidak sekencang gemuruh roda besi kereta di landasan rel sepanjang sudirman-kota, namun iramanya yang cukup mengganggku. Apakah iya, aku hanya membuang kekuatan waktu hanya untuk menikmati apa yang aku pegang saat ini?

#MembeliKenangan

One Upon time…

No, no, no. Enggak kayak gitu memulainya. Lets start in beginning.

Jadi begini, dalam perjalanan menuju tempat kerja – sebenarnya gue enggan menyebut tempat kerja itu sebagai kantor – dengan motor dinas yang dipercayakan kepada gue sebagai kendaraan dinas. Untuk pertama kalinya, gue sebagai pelaku kemacetan. Menyumbangkan satu motor ke balada macet ibu kota. Siap dihardik oleh orang-orang asing di jalanan karena tidak sengaja memotong jatah jalan atau menjadi objek klakson mobil-mobil mentereng mahal, SUV atau mobil LCGC (bener nggak sih nulisnya?). Jika kebetulan sedang beruntung, gue akan mengalami yang namanya diserempet oleh motor atau mobil. Belum sesiap itu ternyata gue. Belum siap untuk menerima cercaan kalimat yang memuat penghuni Ragunan. Dan sekali lagi, gue belum siap untuk tua di jalan dengan menyetir kendaraan sendiri untuk menuju lokasi kerja. Gue belum siap. Namun, gue telah membeli kenangan dengan tindakan yang telah gue lakukan. Membeli Kenangan berupa rasa pegal akibat menyetir dan menghadapi macet di jalanan Ibu Kota.

Isitlah Membeli Kenangan ini bukan sekedar romansa cinta. Romansa cinta ada di dalam romansa hidup. Membeli Kenangan adalah keputusan yang dapat terjadi begitu saja, tanpa paksaan dari pihak ketiga. Membeli Kengangan pun dapat terjadi karena hasil menimbang, antara lajur positif maupun lajur yang berseberangan dengan positif itu sendiri. Misalnya, seperti keputusan seorang Ayah yang menghadiahi anak semata wayangnya yang telah berhasil meraih predikat terbaik di sekolahnya, berupa perjalanan liburan ke Disney Land dengan harapan bahwa si anak akan lebih memacu diri untuk lebih baik dan baik lagi dalam mencapai prestasi akademik di sekolah. Pun seorang pramusaji pria yang baru saja mendapatkan gaji pertama dan berencana akan membelikan adik perempuan satu-satunya sebuah boneka teddy bear sebagai sosok pengganti dan teman bermain jika si pramusaji sedang bekerja.

Kenangan dapat dibeli dengan selembar mata uang komitmen. Setelahnya, selembar nota konsekuensi tidak tertulis akan diterima nanti setelah proses pembelian ini sudah terjadi. Pembelian dapat terjadi jika hal-hal siap untuk ditukarkan. Topiknya berat ya? Hehehe. Coba gue sederhanakan dengan analogi yang lain.

Sebagai bagian dari manusia yang dihadapkan oleh begitu banyak pilihan-pilihan dalam hidup, gue sebagai pendatang dari pulau seberang yang mencoba adu nasib dan sedikit gambling dengan keadaan tempat yang tidak begitu asing bernama Jakarta, secara tidak langsung apa yang gue lakukan ini adalah Membeli Kenangan. Membeli biasanya melibatkan uang dan selalu bersinggungan dengan uang. Untuk apa yang telah gue sampaikan tadi, bahwa kedatangan gue ke Jakarta adalah dalam misi Membeli Kenangan. Jika dilihat dari perspektif gue, maka Membeli Kenangan yang gue maksud menukarkan mata uang komitmen berupa waktu dan ego gue yang begitu besar – well, actually, kadar ego manusia pada dasarnya sama, namun akan jadi berbeda tolok ukurnya ketika sesama manusia berhadapan dan menghadapi ego manusia lainnya – dan bukti pembelian kenangan yang sudah gue lakukan adalah selembar nota konsekuensi yang akan gue terima nanti. Lembaran ini tidak berwujud, namun hanya dapat dirasakan. Dan untuk saat ini, gue sudah menerima lembar nota konsekuensi ini dengan begitu puas. Begitu pun lembar demi lembar mata uang komitmen yang telah gue gelontorkan untuk mendapatkan lembar-lembar lain dari nota konsekuensi.

Berbicara mengenai Membeli Kenangan, ada sebuah potongan obrolan di armada Bus Way, rute Dukuh Atas – Ragunan, dan gue sedang perjalanan menuju rumah sewa daerah Mampang. Obrolan ini terjadi – FYI, obrolan ini hasil menguping diam-diam, hehe – melibatkan seorang perempuan berumur tiga puluhan yang bercakap-cakap di telepon genggamnya.

“Untunglah kemarin gue pas sakit, udah ada pegangan kartu rumah sakit. Lumayan banget keluar angka tagihannya pas gue intip bentar dari susternya. Dua digit, Ren. Dua Digit. Dan kayaknya, elo perlu juga deh. Buat jaga-jaga, Ren. Kayak beli payung di cuaca panas…”

Mengutip potongan obrolan tadi, maka dapat disimpulkan bahwa si Mbak yang pernah sakit telah Membeli Kenangan yang sangat berharga. Jika ia tidak memiliki kartu rumah sakit, itu berarti ia akan mengeluarkan dana yang mencapai dua digit dan akan menambah beban finansial si Mbak. Si Mbak telah menukar selembar komitmen untuk selembar nota konsekuensi. Lembar nota konsekuensi ini sudah dirasakan langsung oleh mbaknya.

Potongan obrolan tadi hanya sebagai contoh dalam hidup nyata bahwa Membeli Kenangan telah dilakukan di saat yang tepat dan didasari oleh pemikiran yang bijak. Setiap orang mempunyai cara berpikir taktis, rumit atau sederhana. Berdasarkan potongan obrolan tadi, si Mbak telah berpikir panjang secara taktis bahwa apa yang telah ia beli suatu saat akan berguna bahkan sangat menolongnya. Mempertimbangkan berbagai sudut panjang dengan pendekatan “bagaimana nanti kalau…”. Dan akhirnya terbukti. Kartu rumah sakit menolongnya ketika ia dihadapkan dengan kondisi sakit. Rasa dari Membeli Kenangan yang telah ia lakukan adalah kelegaan. Lega, akhirnya ia dapat sembuh dan ditangani dengan baik oleh jasa dokter, para suster dan staff rumah sakit tempat ia dirawat. Tidak ada perasaan khawatir bahwa ia akan mengeluarkan dana cadangan untuk menutupi biaya yang timbul selama dirawat di rumah sakit. Dan menjadi lega dan bahagia karena ia telah memutuskan keputusan yang tepat.

Kadang atau sering kali ketika memutuskan sesuatu dalam Membeli Kenangan, selalu kita sadari bahwa ketika lembar nota konsekuensi yang kita rasakan sangat menyakiti pikiran dan perasaan, yang tidak lain bahwa si sesal akan selalu datang belakangan untuk mendaftar (Candaan terkini yang mengatakan, penyesalan selalu datang terlambat, kalau datangnya tepat waktu namanya pendaftaran).Si sesal menghantui pikiran dan menyiksa perasaan yang dapat menimbulkan rasa bersalah yang sebenarnya tidak ada gunanya sehingga pada akhirnya, rasa bersalah yang mendera ini akan menyita waktu, emosi dan tenaga. Sekali lagi, keputusan Membeli Kenangan dapat didukung oleh kondisi yang kondusif atau bahkan sangat tidak ideal. Dan rasa kenangan yang telah dibeli itu akan terasa manis, pahit, asam, asin atau kombinasi rasa-rasa yang ada di dunia ini, tergantung bagaimana kita bertindak untuk memutuskan Membeli Kenangan itu, di saat yang tepat dan ideal atau tergesa-gesa atau dengan keterpaksaan. Apa pun rasa kenangan itu, lembaran mata uang komitmen selalu ada di tangan kita, namun siapkah kita menerima lembaran nota konseskuensi ketika Membeli Kenangan itu terjadi?