Tentang Hujan

Mungkin ini namanya yang berproses dalam hidup. Semua harus ditenggak kayak minum air putih yang ada kerak, kemungkinan ada bakteri yang masuk, ada sedikit apek sesekali dan beragam kemungkinan yang akan dirasakan setelah cairan ini melewati tenggorokan. (Edisi enggak bisa tidur setelah menyetir selama dua jam lebih perjalanan dengan roda dua yang sangat biasa saja sebenarnya, tetapi menjadi luar biasa karena diguyur hujan dan sempat terjadi insiden yang nyaris membuat dan menyumbangkan satu kejadian kecelakaan di rekam jejak laka lalu lintas Kepolisian Bajera Tabanan Sana)

Well, sampai di mana tadi? I got some crackers here. *enggak perlu posting bendanya ya, yang jelas gue enggak tahu kenapa gue ngambil biskuit merakyat ini dan sudah habis empat potong*.
Hmm, guyuran hujan memang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Untuk penikmat hujan, guyuran air ini sangat memberikan efek halusinasi akut. Ada yang berusaha menyembunyikan kesedihannya dan menangis di tengah-tengahnya. Cliche, but some people does. Ada yang hujan-hujanan untuk mendapatkan kebahagiaan sederhana, layaknya anak kecil, meskipun tubuh berbalut setelan kemeja kantor yang bersimbah keringat dan asam. Pun ada beberapa orang yang memang dengan sengaja mengundang hujan untuk terlibat dalam skenario photografi mereka sebagai penunjang dalam membuat portfolio pameran yang sangat berbeda. Bahkan ada sedikit orang yang hanya duduk termenung menyesali kepergian waktu dan di sela-sela keluh kesah bathin itu diperdengarkan serangkaian simponi hujan. Beberapa sisanya ada yang bersuka cita menyambut kedatangan hujan di balik selimut, dengan senyum sinis masing-masing dan berterima kasih bahwa doa kaum ini terkabul dan membatalkan semua rencana indah yang akan dijalankan oleh segelintir orang. 

Ada sekelompok orang yang membenci kedatangan hujan yang tanpa diundang merusak beberapa keinginan atau perencanaan hidup yang sudah dimatangkan jauh-jauh hari. Yang sudah menjadwalkan kunjungan khas malam minggu harus pupus dan rela menebus cita-cita ini di kesempatan berikutnya. Yang mempunyai rencana kemping lucu di halaman rumah, merelakan tendanya koyak karena terjangan air hujan. Batalnya perjanjian seseorang yang sudah menunggu harap cemas di suatu resto lengkap dengan paduan busana yang sangat menawan, namun yang ditunggu tidak kunjung datang karena sempat kehujanan dalam perjalanan.

Semuanya mempunyai cerita tentang hujan. Termasuk gue.

Hujan ujian ini benar-benar tidak masuk akal awalnya. Gue bersandar pada waktu yang terus bergulir. Hujaman demi hujaman ujian ini tidak dapat disangka-sangka ternyata dapat menyebabkan beragam akibat yang tidak dapat dipecahkan maksudnya apa. Do i look hyperbola? Of course yes. Bagaimana tidak. Maksud dari pesan yang telah dienkripsi dengan sederhana ini – Thank to division who made this simple algorytm by You, My Lord – masih belum dapat gue cerna dengan cara yang paling sederhana : disimak, didengar, dibaca dengan penuh segala kerendahan hati, namun tidak berujung pada jawaban yang dicari.

Gue sedang mencari padanan kalimat yang tepat terhadap apa yang sedang gue alami ini. Semua bak penampung hujan ujian ini sudah ingin segera dijamah oleh pikiran untuk dicari solusinya. Kadang,bak penampung ini sangat mengganggu pikiran. You know that when your basket fill full with dirty clothes dan bawaannya gemas untuk segera dicuci, namun elo memilih untuk goleran. 

I Need some extra miles hoilday to turn off this kinda notification of problem. Yes, here we go, enjoy your vocation at My Mind Hero.

Iklan

Aku sudah cukup bahagia, pasangan sebagai penyempurna

Kebangun dengan pikiran yang masih ke mana-mana itu adalah sangat mengganggu. Apalagi saat ini, kepala gue kayak mau pecah. Ada martil yang terbuat dari empedu?

Udah lama pengen nulis ini sebenernya, tapi baru kesampaian sekarang. Gue pernah baca di mana gitu ya. (Anggap aja gue lupa)

Gue mapan dan mandiri. Kesempurnaan dari bahagia yang gue punya sudah terpenuhi. Ada atau tidaknya pasangan, tidak akan mengurangi kebahagiaan yang udah terbentuk.

Wah salute bener yang bisa ngomong begini. Well, mari analisa bareng-bareng.

Kalau gue menganalisa terhadap orang yang mengutarakan pernyataan ini – hanya sudut pandang ya, jangan dianggap too much nanti – adalah seseorang yang telah melalui rangkaian cobaan hidup yang sangat kompleks. Mungkin ada puluhan lusin kekecewaan, kesengsaraan, kepedihan dan tangisan yang sudah tersimpan rapi di rak file yang tidak mungkin diungkap ke orang lain. Jangankan memikirkan pasangan, orang ini lebih berpikir bagaimana caranya bisa hidup dan berjuang di tengah kolam cobaan. Agar bisa terus bernafas di dalamnya. Himpitan cobaan datang silih berganti. Sekali lagi, memikirkan pasangan hidup yang dapat terlibat dalam proses hidup menjadi lebih baik tidak pernah terpikirkan. Kalau kata kasarnya, elo sibuk kerja terus, pacaran aja nggak sempet.

Mungkin sebagai orang yang belom pernah bisa mempunyai pasangan hidup – masih penjajakan sih (enggak perlu curcol gitu kenapa, nyet?) – mungkin gue akan berujar dengan kalimat pernyataan yang sama. Lemme straight this point of view.

Fokus kepada hal-hal yang dikejar membuat perubahan pola pikir berubah secara signifikan. Kejar target karir yang sangat tinggi, promosi jabatan yang diinginkan, cita-cita jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang masih berhubungan dengan materi harus dapat dicapai – meskipun mempunyai pasangan ada di dalam cita-cita – tetapi bukan menjadi prioritas. Hidupnya semata-mata untuk karir. (Analisa pertama done)

Mungkin, cara merayakan kekecewaan terhadap penggalan pahit masa lalu menjadi pondasi keyakinan orang ini di kehidupan sekarang, menjadi bahan bakar semangat untuk mencapai apa yang dimau, terkecuali pasangan. Mungkin, masih terjebak dengan luka yang belom sembuh. Penyembuh luka yang tertoreh itu belom ditemukan. Traumatisnya mengakar banget ya kalo gini. (Analisa kedua done)

Kedatangan pasangan di hidup seseorang kadang menjadi ketakutan sendiri. Ada loh yang takut jika pasangannya merusak perlahan dunia yang telah menemaninya selama mencapai dan menemani hidup sendiri. Jangankan nanti satu atap, sekedar menemani makan siang saja pun kayaknya bakalan tidak bisa dinikmati dengan santai. (Analisa ketiga done)

Well, dari semua analisa itu, gue masuk yang mana ya? Point ketiga mode on : pernah. Point kedua mode on : pernah banget.

Udah mau ngomong gitu aja lewat tulisan ini. Analisa demi analisa emang nggak sinkron, hanya saja yang patut dipertanyakan : Seberapa lama kenyamanan sendiri ini akan tetap dapat dinikmati tanpa melibatkan pasangan hidup? Bukankah nanti, manusia akan menua dan butuh teman hidup?

Mean while i have to nenggak antalgin for this headache. Gilaaaa sakit banget.

 

 

#BNIFinancialPlanner : Menentukan Rencana Keuangan Dalam Sapuan Jari.

Layanan jasa dalam industri perbankan Indonesia kian waktu menunjukkan geliat yang cukup signifikan. Fasilitas dan penambahan fiturnya setiap waktu ditambahkan guna mempermudah dan memanjakan nasabah existing dalam memaksimalkan jasa yang disediakan serta menjadi daya tarik bagi calon nasabah baru untuk membuka rekening serta turut memanfaatkan layanan jasa yang telah disediakan.

Sebagai bank BUMN yang telah melayani masyarakat Indonesia sejak 1959 dan tersebar merata di seluruh Indonesia, PT. Bank Negara Indonesia, Tbk senantiasa menyempurnakan pelayanan jasa-jasa keuangan yang dimiliki – bahkan di era serba digital ini – turut menyemarakkan aktivitas transaksi elektronik melalui beragam kanal-kanal digital yang telah dibangun seperti internet banking, mobile banking dan sms banking. Tidak luput dalam ingatan kita, produk terbaru BNI yakni UnikQU yang menyediakan sistem pembayaran dengan menerapkan teknologi QR Code.

Namun bahwasanya, apakah fitur dalam layanan ini sudah cukup bagi nasabah? Apakah sudah dapat mengakomodir semua kebutuhan transaksi yang diinginkan? Dapatkah semua kebutuhan transaksi seperti pembayaran Listrik, PAM, tiket pesawat, Telkom, Tagihan Telepon Seluler Pasca Bayar, Pembayaran SPP Kampus dan lain sebagainya diakomodir dalam satu tempat? Apakah faktor keamanan data nasabah terjamin? Bagaimana pemeliharaan infrastruktur demi keberlangsungan layanan yang disediakan sehingga tidak mengganggu aktivitas nasabah? Dan masih ada lusinan pertanyaan yang akan timbul

Sejarah mencatat pada tahun 2001, sebuah Bank Swasta Nasional secara masif  dan percaya diri menyediakan layanan internet banking. Tingkat keamanan diperketat telah diterapkan melalui serangkaian bahasa pemrograman dan algoritma. Namun begitu, ada celah kelemahan yang telah diketahui salah seorang hacker yang berhasil membuat landing page yang mempunyai tampilan serupa dengan membeli domain-domain dengan penamaan URL yang salah diketik. Kasus ini memang mencuat ke ranah publik, hanya saja sang hacker dengan sportif dan sukarela memberikan seluruh data yang telah berhasil di-capture melalui landing page dari domain-domain yang telah dibelinya. Penjelasan melalui surat terbuka dan sekaligus meminta maaf secara publik. Pun media online Indonesia turut menyebarkan surat terbuka ini dan pihak bank swasta nasional itu pun tidak memperpanjang masalah.

Sebagai teknologi yang utama saat ini, Internet memegang peranan yang sangat penting dalam dunia perbankan. Sebelum perkembangan smartphone beserta operating system yang terbenam di dalamnya, internet memiliki behavior yang sangat kompleks. Oleh sebabnya, sebagai layanan digital, BNI meluncurkan paket layanan yang cukup kompleks yakni BNI Internet Banking melalui tautan http://https:ibank.bni.co.id. Layanan ini telah melayani nasabah sejak tahun 2007 dan mengalami beberapa perubahan berupa penambahan dan penyempurnaan layanan yang mencakup fitur cek saldo rekening dan multi rekening, pembelian pulsa, pembayaran tiket pesawat. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan nasabah yang kian kompleks, tentu banyak fitur yang disematkan dalam fasilitas internet banking ini.

Untuk dapat menikmati layanan ini, nasabah diwajibkan untuk mengaktifkan fitur ini melalui beberapa langkah di bawah ini :

Di layar BNI ATM, masuk ke menu “Registrasi e-Channel”, lakukan langkah-langkah:

  1. Pilih “BNI Internet Banking”
  2. Buat sendiri nomor PIN (6 digit) Anda.
  3. Setelah Anda berhasil melakukan registrasi di BNI ATM, Anda akan mendapatkan struk registrasi dari BNI ATM.

Proses Aktivasi setelah registrasi di BNI ATM atau secara Online

  1. Setelah registrasi di ATM ataupun secara Online, lakukan aktivasi dengan akses kembali alamat URL BNI Internet Banking https://ibank.bni.co.id dan silakan pilih menu Aktivasi (klik tombol “Klik Di sini”).
  2. Setelah aktivasi, layanan BNI Internet Banking sudah dapat digunakan untuk transaksi non-finansial, seperti cek saldo, mutasi rekening dan informasi tagihan.
  3. Untuk dapat bertransaksi finansial, seperti transfer, pembayaran tagihan dan isi ulang pulsa, silakan datang ke cabang BNI terdekat untuk mengaktifkan layanan transaksi finansial.

Registrasi & Aktivasi BNI SMS Banking Melalui Cabang BNI

  1. Datang ke cabang BNI terdekat dengan membawa: Kartu Identitas diri (KTP,SIM, Passport) dan Bukti kepemilikan rekening perorangan (Taplus dan derivatifnya dan Giro perorangan) dan/atau BNI Card.
  2. Petugas Cabang akan membantu dalam melakukan proses registrasi & aktivasi BNI Internet Banking.

Beberapa fitur yang disediakan oleh BNI Internet Banking adalah sebagai berikut :

New Picture

Gambar 1. Biaya atas fitur dalam BNI Internet Banking

Fitur dan Menu BNI Internet Banking

Username dan Password/UserID adalah dua field yang selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penerapan sistem informasi. Username (nama pengguna) dan password (kata pintas) merujuk kepada peruntukkan ke pengguna yang memang berhak untuk mengakses informasi tentang beragam informasi yang disediakan oleh sistem informasi itu. Setelah mendaftarkan layanan dan aktivasi BNI Internet Banking, nasabah akan diminta untuk memasukkan username dan password terlebih dahulu.

1

Gambar 2. Tampilan awal BNI Internet Banking

Username dan Password/UserID merupakan kombinasi field yang aman, awalnya. Hanya saja, ketika sebuah account yang berhubungan dengan transaksi keuangan, maka sebuah captcha (numeric) acak diterapkan di sini, sebagai satu security tambahan untuk memastikan apakah pengguna yang akan mengakses informasi rekening nasabah adalah manusia atau robot. Dalam deskripsi wikipedia, Captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test)  yang memastikan jawaban yang dihasilkan bukan dari komputer.

 

details login bni

Gambar 3. Details field Username, Password dan Security Check

Pilihan bahasa yang disediakan oleh BNI Internet Banking terdiri dari Bahasa Indonesia dan English. Pilihan bahasa ini akan mempengaruhi tampilan menu navigasi.

2.jpg

Gambar 4. Halaman Beranda dari BNI Internet Banking

Untuk dapat menggunakan layanan BNI Internet Banking ini, maka dibutuhkan alat otorisasi tambahan berupa Token atau yang dikenal dengan istilah e-secure yang dimiliki oleh masing-masing nasabah ketika mengaktifkan layanan ini.

Gambar 5. BNI Token

Alat ini berfungsi sebagai verifikator transaksi yang akan menghasilkan enam dan delapan angka secara acak untuk kemudian dimasukkan ke dalam kolom verikasi. Alat ini hanya dapat digunakan oleh user atau pengguna yang telah didaftarkan terlebih dahulu. Dan berhubung token ini sedang tidak dapat saya pakai, maka untuk percobaan beberapa jenis transaksi tidak dapat dijalankan. Maka, saya akan ulas beberapa hal lain yang tidak membutuhkan verifikasi angka acak yang dihasilkan token ini.

Secara umum, tampilan yang disajikan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Simple and user friendly adalah konsep yang selalu dianut oleh setiap developer web. Dan begitulah kesan yang timbul ketika menjumpai user interface yang disajikan oleh sistem informasi ini. Masing-masing Tab Menu yang disediakan adalah sebagai berikut

Beranda adalah halaman yang menyajikan informasi berupa info password (masa berakhir password dalam hitungan hari dan tanggal terakhir login gagal), Info Email (Email Brodcast, Email Belum Terbaca dan Alert Belum Terbaca) serta Informasi Terkini.

Favorit adalah halaman menu yang menyajikan informasi seputar menu aktivitas favorit yang sering digunakan dalam Internet Banking.

Rekening adalah halaman menu mencakup sub menu Saldo Rekening, Saldo Investasi, Mutasi Tabungan & Giro, Mutasi Deposito & Tapenas, Mutasi Pinjaman dan Mutasi Dana Pensiun

Transaksi adalah halaman menu yang mencakup sub menu :

  • Transfer meliputi Transfer Antar Rekening BNI, Transfer Online Antar Bank, Transfer RTGS, Transfer Kliring, Transfer ke Rekening Dana Pensiun dan Gunakan Template Transfer
  • Info dan Administrasi Transfer meliputi Atur Rekening Tujuan, Transfer Terjadwal, Transfer Berulang, Transfer Belum Selesai, Transfer Selesai, Semua Transfer dan Data Transaksi
  • Pembelian/Pembayaran meliputi Pembelian, Pembayaran Tagihan, Lihat Semua Pembayaran/Pembelian dan Atur Daftar Pembayaran

Layanan Lainnya adalah halaman menu mencakup sub menu :

  • Email meliputi Email Terkirim, Email Terhapus, Email Broadcast, Folder Anda, Kotak Masuk Anda.
  • Inkuiri Fasilitas terdiri dari Limit Transaksi dan Informasi Poin Reward
  • Permohonan Layanan terdiri dari Permohonan Menu dan Cari Permohonan
  • Simulasi, sub menu yang telah dikategorikan berdasarkan tipe yakni, Simulasi Perencanaan Keuangan, Simulasi Pinjaman, Simulatpr Peningkatan Dana dan Simulator Perencanaan Dana

Profil adalah halaman menu dengan Sub menu yang memuat dan memfasilitasi nasabah untuk kebutuhan seperti Atur Preferensi Internet Banking, Atur Prefrensi Rekening, Atur Rekening Favorit, Atur Aktivitas Favorit, Ubah Password, Ubah UserID, Lihat dan Ubah Detil Personal, Download BNI m-secure untuk Android, Blackberry dan J2ME serta Pendaftaran dan Perbarui Notifikasi melalui SMS.

Pengelolaan Finansial Pribadi adalah Sub MenuPengelolaan Finansial Pribadi meliputi Atur Kategori, Atur Transaksi Tunai, Liat Laporan, Pengaturan Tujuan, Ringkasan Multi Rekening, Kalender Transaksi

Dari penyajian menu ini, memang sekilas sedikit terlihat ambigu karena tidak tersedianya batas menu. Seolah-olah menu yang terhampar menjadi satu kesatuan utuh. Dan durasi waktu log in yang disedikan selama berada dalam sistem informasi terpadu ini, nasabah hanya mendapatkan jatah waktu yang tidak panjang, hanya lima (5) menit yang diberikan oleh sistem secara default. Dalam dunia teknologi informasi dikenal dengan istilah Session (Dalam bahasa pemrograman, Session adalah teknik penyimpanan data/informasi pada komputer server yang digunakan pada beberapa halaman termasuk halaman itu sendiri). Sistem akan secara otomatis mengarahkan ke halaman lain untuk melakukan validasi (re : memasukkan username/userid dan password serta captcha untuk dapat mengakses kembali. Berdasarkan analisa saya pribadi, penetapan durasi waktu lima (5) menit ini adalah waktu rata-rata  yang dihabiskan nasabah dalam bertransaksi non tunai melalui Internet Banking.

Session Out.jpg

Gambar 6. Session Out

Tingkat keamanan : Validasi Form

Sebagai sistem informasi berbasis web, form sebagai corong saluran yang nantinya akan menampung informasi berupa data di dalam database, dibutuhkan suatu pemberlakuan syarat agar data yang diminta adalah benar sesuai dengan peruntukkannya. Misalnya, field A menampung karakter angka, maka form tersebut harus dan hanya dapat menerima karakter angka. Begitu pun untuk form isian yang meminta data masukan berupa huruf, kombinasi angka dan huruf maupun kombinasi tanda baca, huruf dan angka.  Saya telah melakukan beberapa uji form yang disajikan BNI Internet Banking, seperti yang ditunjukkan dalam gambar di bawah ini.

20.jpg

Gambar 6 . Sub Menu Pengelolaan Finansial Pribadi – Pengaturan Tujuan

Sebagaimana gambar di atas, saya membuat Tujuan Perencanaan Keuangan Untuk Pensiun. Uji validasi form ditunjukkan seperti gambar di bawah ini.

23

Gambar 7. Notifikasi kesalahan pengisian

Seperti yang ditunjukkan pada gambar tujuh, field “Saldo Rekening Tujuan Kuangan saat ini” menunjukkan informasi bahwa nilai yang dimasukkan tidak sesuai. Field ini hanya dapat menerima nilai angka untuk kemudian dimasukkan ke dalam database. Maka, validasi form ini sudah dibuatkan aturan sebagaimana yang dikehendaki karena nilai yang diinginkan adalah nilai berupa angka tanpa tanda baca.

24

Gambar 8. Pengisian field pada form yang benar.

Mengapa validasi form menjadi hal yang harus diperhatikan? Validasi form harus dapat menjamin bahwa nilai yang dimasukkan dapat menjamin kelangsungan daur hidup database. Nilai yang dimaksud dapat berupa karakter angka, huruf, karakter special maupun kombinasi ketiganya, yang dimasukkan oleh pengguna dalam hal ini nasabah, tidak serta merta dapat disimpan langsung ke dalam database. Karena nilai yang dimasukkan itu belum diketahuin apakah sudah sesuai dengan yang dikehendaki. Misalnya, form tersebut hanya dapat menampung nilai berupa angka, atau hanya berupa huruf, atau hanya dapat menampung sejumlah karakter dalam range tertentu.

Dan tidak menutup kemungkinan seorang pengguna dapat memasukkan kode script atau tag HTML yang dapat merusak situs atau portal web. Tindakan ini dikenal dengan istilah Cross-site Scripting.

Adapun proses validasi ini tempat prosesnya dibedakan menjadi Server Side & Client Side. Berdasarkan gambar 8, validasi dilakukan di Client Side karena dilakukan di dalam browser. Sebelum data dikirimkan ke server, data akan diperiksa terlebih dahulu ketentuan dan kebenarannya oleh browser web. Setelah data yang dimasukkan sesuai, maka data akan diteruskan ke server untuk kemudian diproses ataupun disimpan di dalam database. Proses validasi ini menggunakan JavaScript atau VBScript, disesuaikan dengan browser yang dikembangkan oleh pengembang.

Sedangkan, waktu validasi ini dapat dilakukan pada saat proses memasukkan data berlangsung, setelah proses pemasukan data dilakukan atau pun sebelum data diproses. Yang diberlakukan dalam field ini adalah validasi saat memasukkan data berlangsung. Program secara otomatis akan mendeteksi dan memvalidasinya. Jika suatu masukkan nilai didefinisikan sebagai karakter angka, program akan memberikan alert – dapat berupa bunyi maupun tanda lain – bahwa data tidak dapat dimasukkan apabila nilai yang dimasukkan bukan karakter selain angka.

Fasilitas Kalkulator Finansial

Kalkulator diciptakan untuk menghitung cepat perhitungan tertentu. Pun demikian, BNI Internet Banking memiliki fitur ini. Kalkulator ini dapat menghitung nilai besaran dana yang harus ditabung atau disisihkan dalam rekening. Awalnya, saya berekspetasi bahwa kalkulator ini dapat menghitung nilai masa yang akan datang dengan melibatkan faktor inflasi dan perkiraan imbal hasil. Sebagai orang yang sedang belajar bidang pasar modal, saya cukup senang dan akan terbantu sekali dengan adanya fitur ini. Kalkulator ini membantu nasabah seperti saya dan nasabah yang lain dalam merencanakan tujuan tertentu seperti membeli mobil, rumah, pendidikan anak maupun pensiun.

25

Gambar 9. Hasil perhitungan menggunakan kalkulator finansial

Terlihat angka akhir yang harus disisihkan atau ditabungkan setiap bulan. Namun, setelah saya hitung manual, fasilitas ini belum melibatkan perhitungan inflasi dan nilai investasi. Jika diuraikan secara rinci seperti di bawah ini.

Tanggal Mulai Menabung 13 Agustus 2017
Tanggal Akhir Menabung 13 Agustus 2043
Jangka Waktu 26 Tahun = 312 bulan (y)
Tabungan Saat ini 50.000.000
Target tabungan saat pensiun 5.000.000.000
Jumlah sisa dana yang akan dicapai 4.950.000.000 (x)
Besaran Dana yang disisihkan per bulan (z) Z = X/Y = 4.950.000.000/312 bulan

= 15.865.384.615

Fasilitas ini menunjukkan bahwa kalkulator finansial yang digunakan masih sangat sederhana. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa perhitungan inflasi dan perkiraan imbal hasil belum sepenuhnya dimasukkan dalam fitur ini. Mengingat bahwa produk tabungan yang menjadi instrumen dalam mencapai empat tujuan yang disediakan oleh sistem maka perhitungan sederhana ini sudah cukup membantu nasabah.

Sebagai nasabah yang menginginkan adanya instrumen investasi yang aman, mungkin Reksa Dana dapat menjadi instrumen alternatif dalam mencapai cita-cita, dalam hal ini menikmati masa pensiun dalam keadaan berkecukupan tabungan. Tentu akan semakin prima jika layanan transaksi pembelian Reksa Dana langsung melalui Internet Banking dapat disediakan dalam waktu dekat oleh pihak BNI. Mengingat sistem pembelian Reksa Dana saat ini masih sangat manual, di mana nasabah harus datang ke Cabang APERD (Agen Penjual Reksa Dana) secara langsung dan mengisi form tertentu. Proses ini sedikti banyak menyita waktu, di tengah-tengah kesibukan masing-masing nasabah. Semoga pihak Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) selaku regulator dapat mempermudah transaksi jual beli Reksa Dana di bank – dalam hal ini, seperti bank-bank lain, BNI sebagai Agen Penjual Reksa Dana – sehingga memberikan dampak signifikan dalam pertumbuhan dan perputaran bisnis bank. Secara tidak langsung, Internet Banking BNI nantinya dapat menjadi One Stop Financial Service Solution.

Fitur Laporan Transaksi 

Sebuah layanan digital perbankan, laporan transaksi nasabah menjadi tolok ukur gambaran bagaimana keadaan rekening nasabah itu sendiri. Transparansi laporan transaksi ini jelas menjadi hal yang utama, karena mencatat segala bentuk aktivitas transaksi yang dilakukan nasabah dan terekam di sistem bank. Internet Banking BNI menyediakan fitur ini dan saya pun mencoba beberapa tahap, seperti yang ditunjukkan dalam gambar ini :

17

Gambar 10. Jenis laporan yang disediakan

Hasil yang didapat dari fitur ini adalah sebagai berikut :

17a

Gambar 11. Alert pilihan laporan yang ingin dilihat

Tidak banyak yang dapat saya ekplorasi dari laporan ini, mengingat ketentuan penggunaan BNI Internet Banking ini harus melibatkan penggunaan Token BNI. Namun, jika dilihat sepintas, fitur ini sangat membantu nasabah.

Seperti yang diketahui bersama, karakter setiap nasabah berbeda-beda. Dengan hadirnya fitur laporan ini dapat membantu nasabah yang menyukai hal-hal detil yang kemudian menganalisa perkembangan rekening yang dimilikinya itu.

Issue Keamanan Internet Banking

Sebagai sebuah solusi yang mempermudah dalam bertransaksi di dunia perbankan, tentu faktor keamanan menjadi hal yang sangat krusial untuk dipikirkan secara matang. Tidak sedikit nasabah bank manapun yang menyangsikan keamanan data masing-masing jika akan menggunakan fasilitas internet banking. Berdasarkan tingkat keamanan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yakni :

  1. Keamanan Tipe 1 : PC Nasabah ke Web Server
  2. Keamanan Tipe 2 : Keamanan dalam Lingkungan Sistem
  3. keamanan Tipe 3 : Pencegahan Masuknya Orang Tak Diundang

Tiga kelompok keamanan ini tentu sudah dipikirkan secara matang untuk ditemukan solusinya, sehingga data nasabah aman dan kenyamanan dalam bertransaksi berbasis internet banking tetap terpelihara. Semoga faktor ini tetap menjadi perhatian pihak BNI dalam memaksimalkan layanan internet bankingnya.

 

 

 

 

 

#Lembaran #Baru #2017

Masih segar dalam ingatan gue, hingar bingar perayaan pergantian tahun baru berupa letupan cahaya warna warni di langit Jakarta dan sekitarnya, semalam. Meriah. Begitu riuh menggelegar dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

fireworks

Begitu meriah di atas sana. Di berbagai sudut langit penjuru mata angin, suara gemuruh saling bersahut-sahutan malam itu, menandakan bahwa lembaran 2016 berakhir dalam hitungan beberapa jam, disusul beberapa menit dan sang detik mengambil tempatnya, mulai menghitung mundur…

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1…

ten, nine, eight, seven, six, five, four, three, two, one…

*count down yang sama dalam berbagai bahasa di belahan bumi manapun*

Dan di bawahnya, ada ribuan pasang mata yang menatap penuh harap, penuh keikhlasan, penuh kebanggaan terhadap pencapaian yang telah direngkuh selama kurun waktu 366 hari di tahun 2016.

Tidak serta merta, hal-hal baik saja berlalu di tahun ini. Hal-hal baik yang mendatangkan akibat bahagia yang tidak terukur beratnya, penyebab gelak tawa yang tidak dapat diukur berapa harganya, atau hanya sekedar sunggingan kecil di wajah penuh arti. Namun, tidak ada salahnya hal-hal buruk yang mengendap, berlalu begitu saja atau timbul kepermukaan, ketika kesempatan mengingat hal-hal buruk itu menggoda pikiran, keberadaan mereka diakui sebagai bagian dari kisah harmoni selama 2016.

Mungkin, ada bentuk kekecewaan tersedak dan terdesak oleh waktu….

Mungkin, barisan rindu bertuan maupun tidak merapatkan barisan masing-masing untuk tetap di tempatnya…

Mungkin, penantian yang diharap akan segera berakhir, harus menunggu tanpa kejelasan entah sampai kapan…

Mungkin, ada beberapa rasa mungkin yang tidak dapat diuraikan dalam kalimat sederhana

Mungkin, ada harapan sederhana…tidak ingin hidup sendiri lagi

Mungkin, ada harapan jangka pendek, ciuman acak dengan orang asing di malam pergantian tahun baru…

Apapun bentuk mungkin, masing-masing pemilik pasang mata malam itu, memiliki harapan yang sama : menjadi lebih baik.

Pergantian tahun tidak ubahnya seperti membuka lembar baru dalam sebuah buku baru dengan tebal halaman sebanyak 365 halaman. Lembar-lembar putih polos ini siap untuk tuliskan kisah-kisah apapun yang ingin tertulis di setiap lembarnya, sesuai dengan apa yang diinginkan si penulisnya. Setiap orang sebagai penulisnya, kuasa kisah yang akan tertulis berada di tangannya sendiri,  yang didukung dan melibatkan : keputusan dan kesempatan.

Selamat tahun baru 2017.

#DAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

#NEWYORK #MeetYou #ASAP

city-road-street-buildings res

Selamat pagi, Senin 2 Mei 2016. Greeting tidak biasa dari gue. Setelah sekian lama menganggur menulis di media ini. Alasannya? terlalu banyak alasan yang telah gue buat dan akan berakhir basi juga nantinya. Iya kan?

Sudah Bulan Mei, apa yang udah elo lakuin, Damar?

Pertanyaan ini terus mengiang-ngiang di benak gue. Sama halnya bulan-bulan sebelumnya. Atau bahkan di awal Tahun 2016, ketika sunrise pertama di hari pertama bulan Januari, pertanyaan yang menyapa adalah “Hayo, resolusi elo tahun ini apa aja, Dam?”. Mbok ya sopan dikit gitu ya, ketok pintu dulu kek. Duduk, minum dan rehat bentar.Masih pagi sudah ditodong sama pertanyaan yang enggak bisa dijawan dengan spontan. Dan satu pertanyaan belum terjawab, muncul pertanyaan berikutnya “Tahun ini jangan kebanyakan wacana ya, Dam?!”. Voice Over di kepala gue minta dikeplak pakek martil kayaknya.

Bulan Januari berakhir, Voice Over di kepala gue bertanya, “Sudah ngapain aja sebulanan ini, Damar Adhi Sanjaya?”. Gue sendiri diem dengan pertanyaan yang datang dari diri sendiri. jawaban untuk berkilah “Udah banyak dong. Jalan-jalan, ngegym, nonton dan banyak lagi.”.

“Thats not the point, Dude!” secara visual, kalau gue diomelin begini, yang gue lakuin adalah ngeloyor pergi dari si tukang ngomel.

Bulan Februari, si Voice Over datang lagi dengan pertanyaan yang berbeda tetapi maksudnya sama “Step berikutnya mau ngapain, Dam?”. Intonasi suara pertanyaan ini biasa aja, tapi agak jleb juga.

Bulan Maret, si Voice Over notice “Jangan kebanyakan keinginan kalau eksekusi mini, Dam!”

Bulan April, si Voice Over berkacak pinggang – eaaa berkacak pinggang, anggap aja begitu ya. yang bersangkutan sudah kehilangan akal gimana menasehati gue yang agak badung ini – “Mau sampai kapan elo begini, Dam?”.

Pertanyaan terakhir membuat gue termenung. Dalem banget. Pertanyaan ini merujuk ke segala aspek. Musti jawab gimana ya?

foto di atas, sebelum gue berceloteh dengan voice over di kepala gue sendiri,adalah salah satu view kota New York. Sebelahan sama Jonggol. zzzz. Yang jelas, untuk melihat langsung kota ini, dibutuhkan waktu penerbangan sekitar 23 jam. New York menjadi landscape yang selalu masuk dalam film-film Hollywood, kayak Sex and City misalnya. “Orang-orang datang ke New York dengan dua asalan, Cinta dan Labels”. Jangan ditanya kalimat versi inggrisnya, gue lupa. LOL.

Tapi, buat gue, kedatangan gue nanti ke New York adalah ingin menikmati suasana Central park yang termasyur itu. Mari bermain visual, gue yang semakin matang di umur 33, badan tegap muscle padat berisi, pakai setelan kemeja putih, celana  bahan warna abu-abu glossy, sepatu vantofel – bener ya nulisnya? – pakai kacamata hitam, di tangan kanan pegang hot chocolate ukuran grande starbucks, duduk di taman menikmati musim semi di Central Park.

pexels-photo-27031i

Semakin jatuh cinta sama New York, apalagi semenjak Penulis favorit gue, Ika Natassa menuturkan cerita mengenai kota ini dalam The Architecture Of Love. Gue makin tergerak untuk segera ke sana. Tujuan gue, Central Park.

Tetapi, Voice Over di kepala gue malah nyeletuk gini, “Cieh yang mau ke New York, tapi sekedar wacana doang, minim usaha.

ada satu kalimat sederhana yang membuat gue harus mengupayakan segera mimpi ini, “Stop made of stories and excuses. Kerja keras segera mungkin!”. Kalimat ini datang dari seseorang yang sudah berumur 35 tahun. Berpenampilan lebih mature dan berkecukupan materi.

Dia adalah Damar Adhi Sanjaya.

#Menuju2015 #EVALUASI #Desember2014

selamat pagi jakarta, sudirman dan sekitarnya. seperti biasa…kemacetan yang berusaha berdamai dengan diri gue sendiri. #apadeh

postingan ini ditulis pada tanggal 29 Desember 2014, 10.12 AM. Sekian. Kalau nanti postingannnya agak telat, dipermaklumkan aja ya. hehehe.

4 bulan menghilang di blog sendiri feel guilty-nya gede banget ya. Sejatinya engga ngilang-ngilang banget kok. Lagi coba benerin jadwal yang carut marut. hehehe. mulai beralibi lagi gue.

anyway, 2015 sebentar lagi. Pencapaian tahun 2014 lumayan. Dan pencapaian yang belum tersentuh banyak juga, 2015 means more hard work. Engga perlu disesali apa yang udah lewat – seharusnya engga dilalui malah dengan bengalnya ngotot pengen dilewati, HUMAN! – 2015 diperbaiki lagi tanpa alasan. I mean, jangan ada alasan yang mengada-ada, yang bikin melenceng dari track menuju target.

Teguran tebesar tahun 2014 adalah masuk Rumah Sakit karena gejala tipes, dan nistanya selama dirawat di RS, cuman sendirian aja. Persis seperti apa yang gue bayangin selama ini. Selama ini apa-apa sendiri, “kabur” ke ibu kota sendirian dengan mengambil tanggung jawab berlipat kepada diri sendiri. Mimpi dan kesehatan diri sendiri. Sendirian terbaring di ranjang RS – ya meskipun teman-teman kuliah atau kantor gue dateng, tapi sama aja engga ada yang nemenin gitu di RS – sempat menangis karena merasa kesepian. off the record aja, sengaja gue ngubungin temen beda angkatan selama kuliah dulu – Sintia batch 2 – gue minta dia nelpon gue (eh kebalik, gue yang nelpon kayaknya ya LOL) – dan dia dong yang dengerin secara langsung sesenggukannya gue, nasehat usang dengan dua kata “sabar ya” ikut serta menenangkan gue. Walau sebenernya, udah bosen dinasehatin dengan dua kata itu. “Sabar ya” *lelah*

Kata orang bijak di luar sana, elo akan berpikir secara jernih ketika elo terbaring sakit. Nah gue ngalamin yang begitu ternyata. Mungkin kedengarannya agak drama, tapi bener-bener moment itu gue nangis untuk banyak hal. Gue mengeluh dalam tangisan yang fals itu, dalam hati ingin teriak sekencang-kencangnya. Cuman bisa dilakuin dalam hati, kalau teriak di RS, bisa-bisa gue_nya dong yang diusir dari sana. hehe.

Well, long story. Intinya setelah makin ke sini, gue makin sadar. Sadar bahwa enggak selamanya gue bisa hidup sendiri. Gue perlu teman. Teman bobo, teman dengerin curhatan gue, temen pijet, temen satu rumah, selamanya. Gue engga suggesting mau cepet-cepet merried, handle mood diri sendiri aja masih awut-awutan. Tapi mulai berpikir bahwa gue perlu untuk berbenah lebih baik lagi, menuju tingkatan hidup dalam ajaran agama gue, Grehasta.

Udah dulu, kerjaan gue banyak. Blog you later.

Unek-unek sekedar unek unek

Sudah bulan juni aja. Udah dì bulan ke enam, apa yang udah gue lakuin selama 5 bulan kebelakang? Sepertinya belom ada apa-apanya. Masih berkutat sama bisnis yang tengah dirintis. Sementara hobby menulis masih terbengkalai. Damn!!!! Project buku ke tiga belum kelar juga. Gusti!!!

Lupakan sejenak. Ada yang keliru dengan gue beberapa hari belakangan. Gue masih mencari tau apa itu yang salah. Gue breakdown aja kali ya.

Yang pertama, gaya hidup.
Gue evaluasi aja. Selama ini dirantauan emg gaya hidup gue midle low, krena gue sadar mengikuti gaya hidup perkotaan sekelas jakarta, gue bakalan ambruk dlm itungan hari. Ambruk dri sisi cash flow. Boleh dibilang untuk urusan makanan misalnya, sangat sangat ngepress banget. Bayangin ajalah, buat makan sehari cuman 15rb, maksimal tnpa jajan. Sekalipun ud keras sama diri sendiri, tetep aja kecolongan. Ada aja alibi buat ngikutin keinginan. Zzzz.

Yang kedua, pergaulan.
Secara pribadi, gue bukan tipe orang yang gampang bergaul begitu saja. Kebawa sama kebiasaan gue yang malu-malu gitu buat memulai obrolan. Masih membekas sih jejak introvert terdahulu. Padahal sebenernya kalo ditilik lebih jauh, sangat-sangat tidak baik kalo gue terus-terusan menyendiri. Gue perlu bersosialisasi, minimal punya teman. Sejauh ini teman kuliah yang bisa gue andelin di kota jekardah ini. Belum semua sih yang bisa gue andelin sebagai closed friend. Bagi gue closed friend disini ngga serta merta temen doang, gue punya standard yang tinggi untuk urusan yang satu ini. Minimal dia tau kepribadian gue yang ganda ini.

Beberapa bulan belakangan, memang ada beberapa orang yang tengah gue dekati. Gue berusaha membuka diri, menerima kesempatan-kesempatan yang datang menghampiri. Toh, dengan membuka diri, gue bisa mendapatkan hal-hal baru yang sebelumnya gue tolak, dalam hal ini bergaul.

Dalam urusan pacar? Gue masih ragu dalam melangkah. Enggan untuk memulai. Dan enggan untuk melanjutkan hidup dengan kesendirian, dan sampai sekarang masih seperti itu. Ada ganjalan yang masih belum sempurna buat dilepas-landaskan. Ibarat kapal yang tengah berlabuh didermaga tanpa penghuni, gue itu masih mengaitkan tali pengaman pada tiang pancang salah satu dermaga, gue sebut tiang pancang ini sebagai zona aman dan nyaman. Aman dan nyaman dengan kesendirian tanpa merasa perlu tersakiti.

Yang ketiga, dream.

point yang ketiga ini adalah hak setiap orang. Bermimpi. Kata orang tua dulu, bermimpilah setinggi langit, segede-gedenya. Kalo mau, bermimpilah sampai orang lain enggan menakar beratnya mimpi yang lo punya. Sepanjang bermimpi itu gratis, lakukanlah. Gue sudah melakukan banyak hal dalam mimpi, beberapa sudah dibuat menjadi nyata, karena itulah hak gue. Ngga ada satu orang pun berhak menghalanginya. Dan di kota besar ini, gue masih punya tumpukan mimpi yang harus gue prioritaskan, AWARD.

Dari ketiga point diatas, mungkin ada pengaruh dengan apa yang gue lakukan sejauh ini? Kalo iya, gue akan perbaiki. Gue udah terlalu banyak berjanji kepada diri sendiri dan orang tua yang sudah mulai renta. Kesempatan demi kesempatan sudah gue ambil, dan hasilnya? Belum keliatan memang, but someday gue harap akan keliatan sedikit demi sedikit.