#Lembaran #Baru #2017

Masih segar dalam ingatan gue, hingar bingar perayaan pergantian tahun baru berupa letupan cahaya warna warni di langit Jakarta dan sekitarnya, semalam. Meriah. Begitu riuh menggelegar dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

fireworks

Begitu meriah di atas sana. Di berbagai sudut langit penjuru mata angin, suara gemuruh saling bersahut-sahutan malam itu, menandakan bahwa lembaran 2016 berakhir dalam hitungan beberapa jam, disusul beberapa menit dan sang detik mengambil tempatnya, mulai menghitung mundur…

10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1…

ten, nine, eight, seven, six, five, four, three, two, one…

*count down yang sama dalam berbagai bahasa di belahan bumi manapun*

Dan di bawahnya, ada ribuan pasang mata yang menatap penuh harap, penuh keikhlasan, penuh kebanggaan terhadap pencapaian yang telah direngkuh selama kurun waktu 366 hari di tahun 2016.

Tidak serta merta, hal-hal baik saja berlalu di tahun ini. Hal-hal baik yang mendatangkan akibat bahagia yang tidak terukur beratnya, penyebab gelak tawa yang tidak dapat diukur berapa harganya, atau hanya sekedar sunggingan kecil di wajah penuh arti. Namun, tidak ada salahnya hal-hal buruk yang mengendap, berlalu begitu saja atau timbul kepermukaan, ketika kesempatan mengingat hal-hal buruk itu menggoda pikiran, keberadaan mereka diakui sebagai bagian dari kisah harmoni selama 2016.

Mungkin, ada bentuk kekecewaan tersedak dan terdesak oleh waktu….

Mungkin, barisan rindu bertuan maupun tidak merapatkan barisan masing-masing untuk tetap di tempatnya…

Mungkin, penantian yang diharap akan segera berakhir, harus menunggu tanpa kejelasan entah sampai kapan…

Mungkin, ada beberapa rasa mungkin yang tidak dapat diuraikan dalam kalimat sederhana

Mungkin, ada harapan sederhana…tidak ingin hidup sendiri lagi

Mungkin, ada harapan jangka pendek, ciuman acak dengan orang asing di malam pergantian tahun baru…

Apapun bentuk mungkin, masing-masing pemilik pasang mata malam itu, memiliki harapan yang sama : menjadi lebih baik.

Pergantian tahun tidak ubahnya seperti membuka lembar baru dalam sebuah buku baru dengan tebal halaman sebanyak 365 halaman. Lembar-lembar putih polos ini siap untuk tuliskan kisah-kisah apapun yang ingin tertulis di setiap lembarnya, sesuai dengan apa yang diinginkan si penulisnya. Setiap orang sebagai penulisnya, kuasa kisah yang akan tertulis berada di tangannya sendiri,  yang didukung dan melibatkan : keputusan dan kesempatan.

Selamat tahun baru 2017.

#DAS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan