Revolusi Transaksi Belanja dengan BNI Debit Online

Belanja adalah kegiatan yang paling membahagiakan. Untuk kalangan perempuan, adalah sebuah keharusan dan wajib dimasukkan dalam list-to-do. Jangan pernah menyingkirkan kegiatan ini dalam daftarnya. Saya pernah bertanya kepada salah satu sahabat saya, yang mempunyai kegemaran belanja. “Kepuasan antara gesekan kartu kreditmu yang seksi sepadan dengan kerja kerasmu di kantor. Jadi, nikmati hasil kerja kerasmu dengan berbelanja.” Ekspresi ini datang dari seorang banker salah satu bank swasta nasional. Saya setuju untuk alasan ini, alasan mengapa ia suka berbelanja.

Membahas soal belanja, jika dikorelasikan dengan perkembangan e-commerce saat ini tentunya memiliki keterkaitan. Justru aktivitas belanja ini yang menjadi kunci pokok atau cikal bakal terbentuknya e-commerce. Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri beberapa tahun belakangan ini telah menunjukkan geliat positif. Bahkan cenderung menggairahkan. Transaksi harian yang menyentuh angka – setidaknya – puluhan juta Rupiah tercatat dalam transaksi seperti ini.  Terlalu berlebihan? Saya rasa wajar.

Perkembangan teknologi informasi sangat memberikan nilai lebih terhadap kelangsungan hidup manusia. Khususnya dengan kehadiran teknologi dalam perangkat mobile, semua kendali yang berkaitan dengan kebutuhan hidup ada dalam genggaman tangan. Termasuk aktivitas belanja. Mengapa begitu? Bahwa pengalaman belanja pun akan berubah ketika keadaan memaksa si pembeli harus menghadiri banyak acara seperti pertemuan rapat, menjemput anak ke sekolah, pertemuan dengan rekan bisnis dan kegiatan lain sebagainya, teknologi hadir membawa angin segar di sela-sela kesibukan masyarakat ini. Kehadiran platform sistem operasi yang tengah mendominasi industri perangkat mobile , sebut saja Android dan iOS, berbagai macam varian aplikasi belanja online bermunculan seperti Lazada, Zalora, Tokopedia dan masih banyak lagi, turut menjawab kebutuhan masyarakat khususnya yang memiliki keterbatasan waktu. Hanya dengan sapuan jari, transaksi pun terjadi tanpa harus berpindah tempat, dalam hal ini harus keluar kantor dan menikmati perjalanan macet yang akan turut menguras jatah waktu belanja, bukan?

Masih segar di benak saya, pengalaman pertama kali bertransaksi secara ‘online’ di sebuah forum yang identik dengan sebutan ‘agan’ bagi penggunanya. Kala itu, transaksi belanja masih menggunakan pola segi empat. Melibatkan saya sebagai pembeli, pihak penjual, pihak perantara penampung dana transaksi – yang dikenal dengan istilah admin pengelola rekening bersama (selanjutnya disebut REKBER) tentunya website itu sendiri sebagai gerbang utama yang memperkenalkan saya sebagai calon pembeli dengan penjual. Yang menjadi unik dari sistem belanja waktu itu adalah dengan kehadiran predikat ‘trusted seller’. Predikat seperti ini merupakan pengakuan bahwa penjual murni memenuhi misinya dalam berjualan. Hal ini juga didapatkan dengan bukti testimonial dari pembeli terdahulu. Yang menjadi perhatian dalam model belanja seperti ini adalah proses validasi data antara pembeli dan penjual yang dilakukan oleh admin pengelola rekber cenderung mempunyai beberapa kelemahan. Kelemahan terbesarnya adalah faktor waktu. Waktu untuk validasi data pembeli dan penjual masih bersifat manual tanpa melibatkan sistem yang mumpuni. Kemudian potensi berikutnya yang sangat krusial adalah kemungkinan admin pengelola rekber menyalah-gunakan dana di rekening tersebut. Walau sudah digaungkan rekber itu aman, namun tetap saja ada kekhawatiran bagi newbuyer yang akan bertransaksi. Konsep seperti ini jelas tidak sejalan dengan belanja online itu sendiri secara harfiah, yakni pilih barang, bayar jumlah belanja, dan menunggu barang datang, tanpa perlu dihantui oleh perasaan was-was yang berlebihan.

Sebagai bank yang mengerti akan kebutuhan nasabahnya, BNI pun turut menghadirkan inovasi dalam melayani kebutuhan nasabahnya akan transaksi belanja online. Inovasi yang dimaksud berupa revolusi pembayaran virtual yang aman dan nyaman, yang telah dirancang melalui algoritma taktis. BNI debit online. Begitulah sebutannya. BNI Debit Online menjawab permasalahan dalam transaksi belanja online. Saya menyebutkan sebelumnya bahwa faktor keamanan dan kenyamanan sangat dan perlu diperhatikan dalam transaksi belanja online. Pun demikian saya membuktikan sendiri menggunakan pilihan alternatif ini untuk pembayaran transaksi belanja online, dengan mencobanya langsung pada situs jual beli online yang dikelola oleh Zalora Indonesia.

Penggunaan fasilitas ini cukup dengan tiga langkah mudah yang dilakukan yakni meminta VCN (VirtualCard Number) melalui BNI SMS Banking, VCN diterima disertai pin untuk validasi dan VCN ini sudah dapat digunakan sebagai alat pembayaran transaksi belanja online. Sebagai bentuk revolusi dalam transaksi belanja online, BNI Debit Online menawarkan aspek keamanan, kenyamanan dan efektifitas. Buat saya, BNI Debit Online dapat memberikan solusi juga kepada pengguna kartu kredit ketika ingin belanja online, namun limit yang dimiliki sudah tidak memungkinkan untuk ditransaksikan.

Hanya saja inovasi ini patut dikembangkan lebih jauh lagi. Mengapa? Melihat fenomena social media Instagram – saya juga termasuk pengguna aktif social media berbasis photo ini – nampaknya lahan basah ini perlu digarap lebih maksimal oleh BNI sebagai penyedia jasa keuangan.  Kemudian dilihat dari kerja sama yang BNI lakukan dengan Master Card, saya pribadi berharap BNI memberikan ceruk peluang serupa untuk Visa, JCB dan sebangsanya. Dengan begitu, tingkat kepuasan nasabah sebagai pengguna pun akan mempengaruhi (calon) nasabah lain  akan turut serta menggunakan fasilitas BNI Debit Online.

BNI Debit Online seolah menjawab keresahan para pecinta belanja online. Dan benar, ketika layanan ini hadir, pengalaman belanja hanya semudah sapuan jari saja.

 

Iklan

2 pemikiran pada “Revolusi Transaksi Belanja dengan BNI Debit Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s