Novel : @danuatmdja

cover danuatmdja - depan

Memerankan karakter dalam sebuah buku, gue melihatnya seperti sedang bermain dalam sebuah film. Memerankan tokoh dalam kondisi yang berbeda-beda, gesture act like men or women.
Anyway, buku ke 4 ada karena berbagai faktor – halah, gaya bahasa gue – yang paling utama adalah faktor keisengan dalam eksplorasi karakter.

Pernah membaca novel karangan @ikanatassa yang twitvortiare? kalau sudah pernah, mungkin tidak asing dengan cara bercerita  kak ika yang unik dengan bahasa yang ringan. Dan gue kepikiran untuk mencoba cara yang sama, bercerita melalui social media dengan twitter sebagai toolsnya. Gue merasa tertantang “kultwit” setiap hari, membagikan kehidupan sehari-hari seorang Danu Atmadja Siregar yang harus berpisah karena sang kekasih hati harus menikahi wanita pilihannya.

yep, kalian nggak salah baca. Novel ini bercerita tentang kisah cinta manusia tanpa melihat gender atau gue masukkan dalam tagar #lovewinsHeavy black heart️.

Kenapa gue membuat novel kayak gini? alasan yang sangat mendasar, daya imajinasi setiap penulis itu pada dasarnya luas dan “lebay”, dan memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Gue membuat novel ini karena ingin bercerita. Gue cukup banyak punya teman-teman yang bercerita mengenai social preasure yang mereka hadapi. Dan ketika mereka datang ke gue untuk sekedar curhat, maka pada saat itu juga, gue membagi diri menjadi 2 sosok, sosok pendengar dan sosok – seandainya gue menjadi – pelaku atau korban. Orang menyebutnya berempati.

account twitter @danuatmdja sampai saat ini masih aktif dan sengaja gue kunci. hehhee. Dan hal yang tidak boleh luput dalam benak gue adalah, rasa bangga dan ucapan terima kasih yang besar tnpa henti gue ucapkan kepada mereka. gue dipertemukan dengan orang-orang hebat melalui akun itu. Terima kasih telah mau follow dan rela membaca “ocehan” drama gue.

oh ya, bukunya masih dalam proses produksi oleh @nulisbuku. thanks ya, sudah mengkampanyekan W.U.S.H aka Writing Until Something Happen.

Iklan