Jarak memangku, hati memanjatkan doa…

Setiap kali aku menatap ke dalam pancaran matanya, aku selalu teringat akan hal ini “Coba selami sorot pandang mata itu, benarkah bernyawa? Benarkah kebenaran dan kesungguhan itu mutlak keberadaannya?”

Ketika terakhir kali aku menatap kedua matanya ia pun diam. Aku meraba wajahnya dengan kedua tanganku. Mengusap barisan alisnya yang begitu tegas. Mataku tak kuasa untuk berkedip beberapa kali hanya karena apa yang aku lakukan. Dalam benakku berujar, “Jika aku adalah masa depanmu, perjuangkan aku detik ini, bisakah?”

Aku membenci ketika bentang jarak akhirnya menjadi kenyataan yang harus aku dan dia hadapi. Tidak mudah untuk memulai hal yang mustahil, tetapi terlalu sulit untuk memikirkan resiko yang akan aku hadapi jika konsekuensi yang aku terima nanti, jika aku mendapatkan keinginan seperti ini. Jarak jauh.

Aku pergi untuk beberapa saat, dan disela-sela keputusanku, ia hadir bersama keputusan bijakku. Aku mengenalnya karena beberapa alasan. Alasan-alasan lain sebagai alibi  saja. Yang menjadi alasan utamanya adalah, bahwa aku membutuhkan dia. Semua alasan kenapa semesta mendukungku dengan keputusan yang aku ambil, adalah hal itu. Aku menginginkan kamu. Kamu inginkan aku.

Dalam pergulatan semu, aku meyakinkan diri, mampukah aku memberikan tampuk kepercayaan yang kerap ringkih ini kepada orang yang ku pandang ini? mampukah aku mendapatkan hal yang lebih berharga dibandingkan kepercayaan yang aku miliki? Mampukah ia menjaganya? aku menjadi kelu. Aku menjadi patung. Terdiam sendiri, hempasan air laut turut menemaniku ketika memutuskan sebab ini.

Muncul satu pertanyaan penting buatku, mampukah kamu di sana memandang dan merasakan langit yang sama denganku di sini? Ketika kau menganggukkan kepala padaku, aku akan menjadi rumah tujuan dari rindu yang dulu tak pernah bertuan. Mampukah kamu mengisi rumah itu dengan hal-hal yang teduh dan menghangatkan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s