Komitmen itu kudu dan wajib ternyata…

Selamat malam Jogja…

hari ke dua dan malam ke dua menikmati dinas luar kota yang luar biasa ini. Well, sebenernya gue enggak dibolehin pergi sama kebijakan kantor, karena dan berhubung ada budget event, kenapa enggak dimanfaatkan ya? Itu sih acc dari bos gue. Saatnya menikmati suasana OTS sepuas hati sebelum menginjakkan kaki kembali  ke ibu kota.

Menikmati OTS – On The Spot – kunjungan ke Cabang as tamu, memang sangat menyenangkan. One day gue ngarepnya bisa melakukan perjalanan semau gue ke mana pun yang gue mau. Apa yang mau gue sampaikan dalam tulisan “kebangkitan” ini?

Sebenarnya, gue mau nulis mengenai kekuatan mimpi dan harapan. hehehe, kalau kata agnezmo, “dream, believe and make itu happen”, ada benernya kok. Tahun lalu, ketika gue diterima sebagai salah satu personil dalam team Wealth Management – sebenernya ngarep Prohire, lumayan bok gajinya, tapi pemanasan dululah – gue suka sirik sama manager atau analis yang melakukan perjalanan dinas dan dibayar, mendapatkan jamuan dari orang cabang, kunjungan langsung dalam acara customer gathering dan sebangsanya, yang melibatkan orang banyak. Gue ngiri waktu itu. Bukan faktor uangnya. Tetapi lebih ke jalan-jalannya.

Setiap kali gue melaporkan perjalanan para manager melalui rekapan surat tugas, bon belanja dan printilan lain selama perjalanan tugas dinas, dalam hati gue membatin bahwa suatu hari nanti, gue akan ada di posisi itu. BerOTS ria ke cabang-cabang, dan bertemu dengan orang banyak. Walau pernah sekali waktu, gue nyeletuk ke temen gue dengan ucapan seperti ini “Gue mau juga dong OTS begini”. Dan respon yang gue dapet waktu itu adalah……*dianggap angin lalu*.

Ya udah sih. Gue juga nggak terlalu ngarepin respon apapun dari temen gue itu. Hehehe. yang gue tahu, setelah berjalannya waktu, dan dengan keberadaan AVP baru, sesuatu berbeda terjadi pada gue. Gue lebih semangat dalam bekerja sebagai banker – wannabe yang agak nanggung – setelah pergantian AVP. Jadi semangat. Gue lebih hidup aja. AVP gue yang baru ini cenderung melihat potensi di gue. Pernah deh sekali waktu dia ngomong begini ke gue “Walaupun elo Outsourcing, tapi anggap aja elo udah jadi pegawai bank ini ya. Gue juga dulu gitu kok. namanya jodoh enggak ada yang tahu kan?”. Dalam lubuk hati yang terdalam, gue mengamini. Astungkara.

Dan kejutan datang ke gue, beberapa hari yang lalu gue mendapatkan titah ke Yogyakarta untuk bantu event OJK. Girang bukan main. Dunia gue banget kalau disuruh pergi pergi begini. Lebih enak aja. hehehehe. Sampai bagian ini gue ketik, masih bingung mau describe apa yang akan gue tulis. But honestly, gue harus jujur sama diri sendiri, no matter what other people say about your dreams, you just walk away from them and kept on your track, reach every single dreams you have. (Emosional banget gue)

Yang jadi pertanyaan sekarang, tugas gue yang lain gimana? Lets say, gue ada pendingan projek neh. Novel yang sedang gue garap, hasil tweet dari akun @danuatmdja. Kapan kelarnya coba kalau begini???

Judul di atas memang enggak nyambung ya? namanya juga menulis random. Hehhee. Yang pasti, sebelum hari ini berakhir, dalam tulisan ini gue berucap syukur yang nggak berhenti dan kagum akan semesta, yang menjawab doa gue.

Doa seorang bocah polos dari kota kecil di salah satu kabupaten yang ada di Bali. Mimpi seorang Damar Adhi Sanjaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s