#4months remaining part 2

Pagi sudah menjemput asa, dan gue sudah mendahului bising kokok ayam untuk beraktivitas. Morning WordPress-verse.

Muncul pertanyaan yang sangat dilema buat gue selama ini? Pertanyaan ini muncul masih ada kaitannya sama postingan gue sebelumnya. Unek-unek kacrut as banker outsource. Kapan gue resignnya? ( dengan nada yang desperate ya)

1st at all, gue masih membanggakan atas prestasi gue yang berhasil masuk ke lingkungan bank bumn, tanpa bantuan siapapun, murni usaha sendiri walaupun melalui pihak ketiga, dalam hal ini outsourcing media. Proses mendapatkan posisi ini dan penempatan di bank, enggak memakan waktu lama, boleh dibilang posisi ini kepending 3 bulan. Gue akan ceritakan kronologinya.

Well, bulan agustus tahun lalu, 2013, tgl 23. Gue masih inget, gimana gue bikin alasan demi bolos dikantor yang lama. Kantor lama gue bergerak dibidang trading online, dan menghuni kawasan senayan city sebagai kantornya. (No mention deh). Gue memutuskan bolos karena gue orang yang rada kurang nyaman dengan jabatan yang stuck saat itu. Alasan sebenernya adalah gaji yang ngga seberapa buat gue dengan pengalaman yang cukup banyak ini, dan cost living di jakarta ngga semurah kota kelahiran gue. Berhak dong gue ngeluh? Kalo ada statement sebangsa gini “lo ngga pernah bersyukur, diluar sana masih banyak yang berjuang nyari pekerjaan, sedangkan lo bisanya mengeluh dan mengeluh…” repetan berikutnya pasti taulah redaksi kalimat dalam statement orang yang sok bijak menasehati gue. Dan what the hell that statement. Potensi judgment-person tinggi banget deh ke orang yang nasehatin gue itu. Come on, I’m only human. Boleh dong ngeluh.

Lupakan keluhan gue, yang paling penting saat itu gmana caranya gue dapetin kerjaan dengan income yang lebih dari kantor sebelumnya. Sebagai perbandingan, dengan lulusan s1, lo bisa tercengang sama itung-itungan gaji di kantor lama gue :

1. Gaji pokok gye 1,6 juta
2. Tunjangan kehadiran 200rb
3. Uang makan 400rb

Maka take home pay gue adalah 2,2 juta yang saat itu umr jakarta. Tercengang? Lulusan s1 dari kampus ternama dibayar segitu? Kalo tercengang mari ngesot dan salto bersama.

Dengan mirisnya gaji yang gue dapet, masih bertahan di kantor itu dan sampai menunjukkan loyalitas maksimal gue sebagai karyawan apakah bukan bentuk bersykur yang lain? (Pengen banget nabok kepala orang yang sok bijak nasehatin a smpe z ke gue).

Emosi banget ya tulisan gue kali ini. Pardon my french, tapi emang itu kok yang gue rasain, dari hati ngungkapinnya. Gue lanjutin lagi ya masalah test di kantor outsource ini.

Hari itu hari jumat, gue datang seperti biasa, lebih awal demi mendapatkan penampilan dan mood yang baik. (Off course gue harus touch up dulu, namanya menghadapi sesi test dan wawancara hrus tampil rapi dan seenggaknya wangi dong?). Kantornya sendiri berlokasi di jalan kapten tendean arah blok m.

Kesan pertama yang gue dapetin dari kantor ini adalah “kecil dan kurang bermodal”. Ngomongnya jujur ya ini, no offense ya. Dan yang lebih bikin gue Speechless adalah gamabaran daleman ini kantor ngga lebih dari ruang tunggu puskesmas, so boring room. Gue abaikan semua pikiran negatif ini, dan pengen tau sejauh mana sih kapabilitas kantor penyalur tenaga kerja outsource ini. Dan singkat cerita, gue mengikuti semua proses test yang harus diikuti. Mengisi form, psikotest dan terakhir wawancara. Point penting yang akan bisa gue tarik dari pewawancara kantor ini – bukan maksud merendahkan, terbiasa dengan level tinggi – hanya obrolan ringan aja ternyata yang gue hadepin. Well, under expected.

Setelah berjalan 1 bulan, gue ngga dapet kabar apa-apa, gue cuman pasrah. Nasib gue membusuk dikantor trading atau gue pulang aja jadi pengangguran. Pikiran yang desperate lah pokoknya. Melelahkan apply sana sini, tapi dari kantor ini juga yang berhasil bikin gue survive dan bernafas, melunasi tagihan sedikit demi sedikit tagihan bank yang harus gue lunasi sampai dengan tahun 2015. Demi sebuah pengharapan dan mental penjudi, gue berani ambil personal loan dibank dengan fasilitas KUR. Sampai bagian ini gue tulis, ngga berasa banget bulir-bulir air mata netes…

To be continue ya, next posting gue ceritain berikutnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s