#4months #remaining

September sudah diinjek, dan hampir 3 bulan absen posting sesuatu. Well, maaf banget. Bukan maksd mau mentelantarkan, cuman karena kesibukan gue yang ngga kebendung aja neh. Maaf lagi, kalo kedengarannya agak klise, tp memang seperti itu kenyataannya.

Sudah lama ngga menuangkan unek-unek acak, which is yang gue alamin selama beberapa waktu belakangan ini. Gue hrus cerita dari mana ya?

Dari keboringan gue yang mulai membengkak as banker, boleh?. Sampai detik ini gue masih berusaha meneruskan karier as banker, walau cuman kebagian “peran kecil” sebagai asisten manager. Dan outsourcing by the way. Gue bangga kok dengan apa yang gue dpt dengan posisi ini, dan obsesi gue kerja di bank, tercapai. Seenggaknya, walau tujuan utamanya adalah jadi pegawai tetapnya, gue rasa kehidupan sebagai karyawan bank akan cenderung monoto , dan gue ngga perlu nunggu jadi pegawai tetap dulu kan?

Pada dasarnya, gue sedang mencari pola dalam karier yang gue pengen. Kombinasi kerja lapangan dan kantoran mungkin adalah kombinasi yang pas buat gue. Kesimpulan ini gue dapat karena melihat jejak rekam selama gue bekerja, kombinasi ini yang bkin mood gue stabil. Ketika lo merasa suntuk, lo bisa keluar ktmu client dan bisa tukar pikiran. Tetapi ketika lo merasa kepanasan dengan hawa lapangan diluar sana, lo bisa balik numpang ngadem di kantor.

Point gue dalam postingan kali ini, gue pengen resign. Gue belom tau kapan akan melakukan hal yang sangat ajaib ini. Kenapa gue bilang ajaib? Dengan santai lo googling resign letter, modifikasi lalu diserahin ke manager lo, tanpa ada paksaan. Buat outsourcing kayak gue, bukan perkara berat. Karena menurut gue, outsourcing bukan posisi yang aman untuk akselerasi.  Lo perlu waktu dan effort yang luar biasa. Gue belom ngomong senggol bacoknya ya, tapi yang kayak gitu ngga bisa diabaikan begitu saja, benar kan?

Gue merasakan beban puncak yang ngga banget deh. Gue suka sama kantornya, tp untuk posisi jabatannya enggak banget buat gue. Dan yang paling parah adalah terjadi penurunan gaji. Bbm bentar lg mau naik loh, ini malah kebalikannya. Melelahkan memang. Gue menuangkan unek-unek bgini krena hanya disini bisa gue limpahin atau muntahin semua apa yang gue rasain. Gue ngga tau hrus nyomot temen ngobrol yang mana, cman buat dengerin celoteh gue. Cuman perlu didengar, ngga lebih dari itu. 😦

Gue masih sesek-sesekan di halte dukuh atas by the way. To be continue aja ya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s