I’m Back

Sudah mendekati bulan April. Hampir tidak ada waktu untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa gue ini orang yang kurang untuk bersyukur. Betapa tidak, ditengah-tengah perjuangan yang sedang gue upayakan, gue masih mbisa mengeluh. Gue merasa hina dengan kondisi ini. (Bahasanya rancu ya? hehehe, lumayan lama ngga posting, berakibat fatal sama tata bahasa) PS. Dari dulu juga bahasanya ngga bagus-bagus amat kan *ngaca*.

Look at the mirror. Gue selalu mengatakan hal ini setiap pagi. Melihat sosok pantulan yang dihasilkan benda bernama cermin itu. Meski nyata tapi maya. Gue lupa sifat cermin itu gimna. Yang jelas, cermin adalah kebalikan dari objek yang dipantulkan. Kiri menjadi kanan, kanan menjadi kiri. Bukan berarti kepala jadi kaki atau kaki jadi kepala. Sampai disini apa sebenarnya yang pengen gue sampaikan?

Bulan Februari berlalu. Sia-sia begitu saja, engga meninggalkan prestasi yang mengesankan. Oke lets say gue terlalu mengada-ada dengan apa yang udah gue capai. Masih inget sama Wish list yang cukup banyak itu. Pusing gimana mewujudkannya. Tapi engga bisa tinggal diem aja, gue ngga mau wish list itu jadi nasi basi. Puter otak, gue yakin 2014 ini adalah tahun terakhir gue kerja keras, selebihnya gue bisa menikmati hasil kerja keras itu. Gue selalu mendengungkan ini di pikiran positif gue, “Things will get better, and i have to fixed it.”

Bulan Maret, bulan yang penuh rejeki sebenernya. Gue jalanin MLM buat tambahan belanja and operasional selama bulan itu. Dan Puji Tuhan, dikasih rejeki yang benar-benar lebih, ditengah-tengah status gue yang BANGSAWAN ini. Bukan menjudge diri sendiri, gue mulai boring kerja kantoran. My life is not here. Ada yang bikin perbedaan signifikan antara kerja kantoran dengan kerja lapangan. Paling mendasar ya itu aja sih, ngga usah panjang-panjang, kantoran indoor sedangkan kerja lapangan outdoor. Kenapa gue justru menikmati kerjaan yang merupakan kombinasi keduanya ya. Hybrid anytime. Lets say kind a job which have high flexibility. Oh ya, lupa ngasih tau, singkatan dari BANGSAWAN itu apa. Bangsa Karyawan.

Sekarang Bulan April hampir berakhir, terhitung beberapa hari lagi akan pergantian bulan. Sudah beberapa hal yang gue lakukan untuk achieve semua wishlist yang udah gue tulis diawal tahun kemarin. I need some miracle. Tapi Tuhan ngga akan kasih jawaban kalo gue-nya cuman berdoa doang tapi ngga ada action sama sekali.

Sekarang ini boleh dibilang gue tengah beradu dengan diri sendiri. Musuh yang paling besar, yang sangat susah untuk dilawan. Terlalu banyak alibi dua bulan terakhir ini. Gimana caranya coba kalo beralibi terus, menunda apa yang seharusnya dapat dikerjakan, tapi malah kayak gini jadinya. Membagi waktu antara menulis, bekerja paruh waktu dan full time itu perlu disiplin yang tinggi. Sudah menyusun jadwal dan timeline yang dibuat sendiri masih belom bisa komitmen secara maksimal.

I just wanna be goog every single day.

(to be continue then….

 

 

Iklan