#Oktober #Wish #Better

#np Agnes Monica feat Titi Dj – Hanya Cinta Yang Bisa

Intip bentar playlist yang gue mainin di youtube…

playlistagmo

Tujuannya apa? engga ada motif apa-apa. Cuman mau pamer aja. hehehehe. Iya secara engga langsung gue ngasih ketegasan kenapa gue ngefans banged sama Agnes Monica. Apalagi makin kagum sama doi, dengan kehadiran kerja sama di project album internationalnya doi, dengan menggaet berbagai musisi ternama dan orang-orang yang pernah terlibat dalam project artis-artis amerika seperti Lady Gaga, Beyonce, Rihanna. Salah satunya Timbaland. Satu single yang sudah beredar berjudul Coke Bottle. Ini merupakan langkah berikutnya dari sekian langkah yang udah doi tempuh. Secara detilnya gue engga tahu. Lalu fans macam apa gue ini? Kok gue engga tahu perkembangan idola gue secara rinci?

Yang pasti, yang gue tahu, spirit agnes monica mengantarkan doi sampe di titik ia berdiri sekarang. Gue bisa merasakan aura kerja keras yang doi lakuin, penuh disiplin. Agnes pernah bilang dengan lantang dan penuh semangat “Dream, Believe, and Make it Happen”. Dan doi percaya dengan apa yang ia mimpikan, kemudian membuatnya menjadi nyata.

Postingan ini bukan membahas gimana perjalanan perjuangan seorang agnes. Gue hanya mencoba membandingkan dengan apa yang gue mimpikan dan gue realisasikan sampai detik ini gue tulis bagian ini.

Gue pernah bermimpi, suatu saat gue bakalan mempunyai  museum yang dipenuhi oleh piagam-piagam penghargaan dari hasil jerih payah gue, sekecil apapun itu. Misalnya, ketika gue masih duduk di bangku sekolah dasar. Kalian semua pasti tahu gimana boringnya duduk di bangku sekolah dasar selama 6 tahun dengan baju berwarna merah putih. Selama bangku sekolah dasar gue pernah memimpikan gimana bangganya megang piala kemenangan dalam kejuaraan menyanyi. Gue usaha, meyakinkan diri bahwa gue bisa menyanyi. Namun, bakal bibit skill nyanyi gue ngga diliat oleh guru-guru. Gue maklumi aja. Karena buat gue, menyanyi adalah meluapkan emosi, pikiran dan stress. Tetapi kesempatan untuk show off kemampuan menyanyi gue, terkabul dalam upacara perpisahan dan kenaikan kelas. Dan kesempatan itu gue dapetin dua kali. Dan saat itulah gue merasakan gimana nyawa tambahan yang gue dapetin dari sorot mata penonton, meski gue sendiri memang grogi saat itu. 🙂 Tetapi, goal gue untuk mendapatkan piala dalam kejuaraan menyanyi masih jauh dari jangkauan gue. Namun, dengan kesempatan kecil itu dengan perform di acara sekolah,  itulah piala tertinggi yang pernah gue raih. Benar, piala yang tidak berwujud, yakni adu mental, bagaimana menghadapi audience. Dengan bangga, piagam ini gue tempati di museum pribadi gue. 🙂

Flash back kebelakang, perjuangan gue untuk mendapatkan penghargaan yang paling tertinggi saat itu boleh jadi proses mahal yang pernah dibilang sama Agnes. Hasil adalah nomer sekian, tetapi proses menuju kesana itulah yang harus lo nikmati. Jangan pernah berhenti ditengah jalan ketika lo sudah mulai berjalan menyusuri langkah-langkah dalam menggapai apa yang lo mau, apa yang lo impikan. Dan moment sekolah dasar itu jadi penampar mental gue sekarang. Gila ya, buat uji mental aja pas SD perjuangan banged ya? kalau sekarang?

Gue jawab adalah sama. Gue engga pernah ngebayangin, gimana gue empat tahun lalu yang cuman bisa memutuskan untuk jadi anak tahu diri, yang manut sama orang tua, engga memaksakan diri untuk kuliah. Jadi apa ya gue sekarang dengan ijasah SMA gue? Apakah gue menyesal dengan track record usaha gue untuk dapetin kesempatan mengenyam pendidikan diperguruan tinggi? Sempat putus asa Tapi engga sampe disana, karena insting nekat gue, akhirnya gayung bersambut. Dua kali beasiswa berturut-turut gue dapetin untuk mengejar obsesi kuliah dan meraih gelar sarjana. Bertambah lagi piala dan piagam tak berbentuk itu, gue bingkai di museum pribadi gue.

Lalu mimpi gue yang lain? apakah prosesnya menuju mimpi-mimpi itu sama kerasnya? Gue jawab berkali-kali lipat.

 

mimpi

banyak orang yang menganggap gue sebagai orang pemimpi, engga pantes jadi apa yang gue pengen. Gue sih cuman bisa bersulang, angkat gelas. Gue yang lebih tahu mana yang pantas buat gue, termasuk menerima omongan pecut semacam itu. Karena ini bagian dari proses pengejaran mimpi-mimpi gue. Karena selalu ada award dibalik kerja keras.

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s