2nd Book : Kompilasi Galau Vol. 1 (Ulasan buku)

Selamat siang semesta, termasuk dedaunan yang berguguran kala sang bayu menghembuskannya dari dahan terkering.

Bagi gue, bayu (angin) adalah sahabat terbaik yang bisa menyelesaikan laju air mata gue yang kadang tidak tahu untuk apa gue keluarkan. Karena gue merasakan kepedihan yang engga tahu bagaimana harus dideskripsikan. Dan Bayu, memberi gue ruang untuk menyelesaikan semua isakan-demi isakan yang akan ia keringkan nantinya, diujung kesedihan gue, lalu memupuk ketabahan gue yang sedikit layu dengan semilir pelan membuai pipi yang basah karena kucuran air mata gue sendiri.

Di bulan agustus kemarin, gue mendapatkan kesempatan kembali untuk menulis buku yang kedua. Buku ke dua ini masih dalam lingkaran yang sama, yakni jenis kumpulan cerpen. Hanya saja, disini gue melakukan suatu improvisasi terhadap lirik lagu pilihan dari teman baik sebagai dasar ceritanya. Gue suka proses pembuatannya yang terhitung cepat. Sebenarnya gue udah punya planning untuk menulis buku berikutnya, setelah pilihan tersulit dirilis. Pilihan tersulit dirilis bulan april, dan gue merencanakan untuk menyelesaikan buku kedua pada bulan September tahun ini. Yang namanya rencana, bisa saja berubah begitu saja.

Libur lebaran agustus lalu, gue mendapati kenyataan pahit bahwa karyawan yang belum melewati masa kerja lebih dari setahun, tidak akan mendapatkan hak cuti. Kecewa sekali. Gue planning buat menghabiskan jatah libur itu dirumah orang tua gue, Bali. Tetapi ada pintu lain yang terbuka, seolah memanggil gue. “Lo menulis buku kedua, pasti kelar.”. Tanpa pikir panjang lagi, gue memanfaatkan momen itu. Bahan-bahan buku berikutnya sudah gue kumpulin lebih dari sebulan yang lalu (dari bulan Juli). Dan proses penyelesaian itu pun sangat-sangat cepat. Apakah seminggu termasuk cepat untuk penyelesaian sebuah buku?

Gue memberi judul : Kompilasi Galau Vol. 1. Dilihat dari judulnya, sudah pasti ini memuat cerita yang dapat ditebak bagaimana alur ceritanya nanti. Ya gue akui ini terlalu biasa. Tapi gue punya sesuatu dalam buku ini. Karena gue harus mendengarkan historis dari lagu-lagu pilihan yang menjadi kenangan dari masing-masing personal dari teman baik dan kenalan gue. Dan mendengarkan curhatan dari masing-masing personal, sampai pada sebuah lagu yang sedang hits di pendengaran kita, tiba-tiba menjadi sangat menyentil bagi yang mengalaminya. Curhatan-curhatan ini gue ceritakan ulangan gaya bahasa dan imajinasi yang gue punya.

Buku ini memuat 8+1 track galau. Disini, cerita gue sebut dengan track, sama halnya kita sedang memutar sebuah kaset pita atau cd disc music. lagu-lagu yang jadi dasar cerita disini adalah lagu-lagu  khususnya dari negeri sendiri dan lagu asing.

Berikut sebagian daftar putarnya :

BCL – Sunny

Glenn Fredly – Malaikat Juga Tahu

Ronan Keating – Make You feel my love

cover

Buku ini memiliki tebal hampir 300 halaman. Dan gue cetak secara indie, melibatkan self publishingnya nulisbuku.com. Gue merasa terbantu dengan publisher yang menganut sistem print on demand ini. Secara tidak langsung, gue memotivasi diri gue sendiri buat bisa menghasilkan judul-judul berikutnya, dan bisa cetak massal oleh penerbit-penerbit ternama di Indonesia. Impian gue tentang tulis menulis ini adalah, buku-buku yang gue buat bisa edar dan terbit di toko buku kenamaan seperti gramedia, gunung agung, dan lain sebagainya.

Terima kasih untuk semua kontributor dalam buku ini. Terima kasih atas kepercayaan curhatan kalian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s