Perjuangan belum berakhir…

Finally, bisa meluangkan waktu buat liatin and update blog kesayangan gue. Beberapa belakangan ini gue kehilangan komitmen ngurus blog ini. Ngurus blog aja ngga becus gimana ngurus masa depan. hehehe

Ceritanya sudah memasuki bulan september. Engga terasa aja perjalanan sang waktu begitu ganas cepatnya berlalu memutar sumbu roda putarnya. Banyak sudah yang terlewatkan begitu saja dengan sedikit ucapan syukur. Itulah manusia.

Apa sebenarnya yang mau gue tulis kali ini? entahlah. Gue hanya perlu ruang pribadi untuk mengeluarkan semua unek-unek yang udah lama pengen gue keluarin.

By the way, belakangan ini semakin random yang gue rasa. Karier gue kok kayaknya mentok gitu-gitu aja? Engga ada jaminan bakal jadi lebih cerah dari sebelumnya. Gue rasa, gue perlu melakukan step yang lebih tinggi lagi. Dan sampai detik ini, gue udah berusaha. Step yang lebih tinggi, maksudnya disini adalah mencari kerja yang lebih bagus dari saat ini. Tentu jadi hak pekerja dong kayak gue. Apalagi pekerja pendatang kayak gue ini. Ngenes sih engga terlalu ya, tapi terlalu mepet jatah penghidupan gue selama ini.

Gue masih inget gmana susahnya cari pekerjaan di kota besar. Berkantong ijasah dari perguruan tinggi ternama di Indonesia belum tentu menjamin akan memperlancar proses rekruitasi kerja. Gue cukup tau diri, passion gue ngga sejalan dengan bidang ilmu pendidikan yang gue ambil selama kuliah. Yang menjadi pertanyaan yang harus gue jawab pribadi : Mau kerja apa kalau passion lo ngga sejalan sama ilmu pendidikan yang lo ambil pas kuliah?. Pertanyaan ini selalu datang secara tidak langsung. Baik secara obrolan ringan bareng temen-temen kuliah ataupun bareng keluarga besar. oh ya, satu hal yang gue benci sebenarnya dalam hal kumpul-berkumpul itu adalah mekanisme mem-bully secara tidak langsung. Seakan-akan gue ini terpidana yang harus diadili. Come on, its my life. Kenapa gue ngomong kayak gini?

Keluarga besar seharusnya menjadi tempat yang sangat nyaman untuk saling bercengkrama. Dari sinilah banyak motivasi yang gue dapet kalau gue merasa down dan stuck dengan sesuatu yang gue jalanin. Tetapi kenyataanya, hal yang seperti itu justru engga gue dapetin. Gue masih men-denial pemikiran seperti ini. Tetapi, secara nggak langsung, apa yang gue rasa memang seperti itu. Seolah-olah gue ini objek yang patut untuk dikorek informasi karier gue dirantauan. Ini pertaruhan men. pertaruhan lagi. Gue bisa bayangkan gimana jadinya nanti kalau gue makin terpuruk, pasti ada omongan miring seperti ini, “Makanya, punya mimpi boleh tinggi. Tapi jangan terlalu tinggi juga, ntar kamu sakit sendiri.”

Gue tipikal orang yang ilfil sama orang yang udah berusaha ngejatuhin gue dengan omongan seperti itu. Sebaik apapun gue berusaha menutupinya, bahasa tubuh gue selalu akan bertolak belakang dengan niat gue itu. Bahasa tubuh gue selalu akan berkata “Jauh orang itu. “. Gue bisa apa kalau sudah begini. Dilema. Satu sisi orang itu adalah bagian dari keluarga. Sisi lain, gue engga suka cara dia memperlakukan gue dengan cara seperti ini.

Apa yang gue bahas disini adalah manifestasi dari akumulasi kejengkelan yang kian besar. Sewaktu-waktu gue bisa meledak. Meledak dalam artian, gue bakalan stress. Dan kalau gue udah stress, akan kena imbasnya ke rekan kerja gue dikantor. Rahma, temen kantor gue selalu memperingatkan untuk kontrol. Jangan sampai orang lain yang kena getahnya. Dan gue udah dinasehati berkali-kali sama Rahma. Tapi berkali-kali juga gue ulangi keburukan gue ini. Gue makasih bangedlah udah ketemu sama orang kayak gini. cc : Rachma

Oh ya, gue udah ngasilin buku ke 2, masih dimodernisasi. Gue harap, nyawa menulis gue makin tebel, bisa menghasilkan buku-buku yang gue pengen rilis dengan genre apapun itu yang gue mau.

cover

Buku ke 2 ini hasil nabung libur lebaran agustus kemarin. Next time gue ulas ya buku kedua ini. Untuk saat ini gue masih bertahan buat ngejalanin perjalanan perjuangan gue dikota besar yang berinisial jekardah city ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s