Close Friend : My Mom and Dad

Curi-curi waktu luang, masih ada waktu kurang lebih 15 menit coffee break. Lagu-lagu juga sudah terupdate. Saatnya pasang lagu-lagu yang baru aja di unduh.

****

Berbicara tentang Ibu dan Ayahku, memang tidak akan ada habisnya. Namanya juga orang tua yang mendidik dan membesarkan anaknya, banyak hal yang tidak dapat dibahas secara rinci, karena semuanya terekam dalam pita kenangan hidup. Bagiku, kenangan bersama mereka adalah hal yang sempurna dan memiliki nilai yang tidak sebanding dengan materi yang aku dapat selama ini.

Oh ya, Ayahku (Biasanya sih manggilnya Bapak (lagi normal, engga bertengkar), Nanang (istilah Bali untuk sapaan Bapak), Kakiang (istilah Bali untuk memanggil Kakek. Belum pantas disebut demikian karena memang belum memiliki cucu, tapi dari segi usia sudah pantas untuk memiliki cucu.)) seorang pensiunan PNS Pemkab di kota kelahiranku. Kegiatannya saat ini masih sama seperti sebelum-sebelum pensiun, mengurus tanah warisan dan menunggu kelahiran cucu yang belum kunjung datang dari sulung. (Sulung harusnya sudah naik pelaminan, tapi karena alasan A-Z sampai saat ini belum bisa direalisasikan.) Kesehariannya ganjil jika diliat oleh orang yang baru mengenal beliau. Namun, terlihat nyentrik jika sudah mengenal beliau. (Thats why i’m got his style)

Bagaimana menjabarkan sosok Ayahku ini ya? hmmm, saklek. Itu kata pertama yang aku bisa gambarkan. Memang ayahku ini memberikan didikan secara tidak langsung dengan cara seperti ini. Disiplin tinggi, itu kata kedua. Ya benar, beliau sangat disiplin.Saat masih anak-anak,sempat beberapa kali aku melanggar disiplin yang ditegakkan oleh beliau, dan efek dari kelakuan nakalku, hukuman yang kudapat bermacam-macam. Dicubit sudah biasa, Diomelin apalagi, tapi kalau diiket pakai handuk? Aku pernah mengalaminya, gara-gara pernah jatuh dari jurang sungai, sebelah barat rumahku. Keren bukan, jatuh dari jurang sungai, dan terperosok and terendam di sungai dengan posisi kepala ada dibawah.

Bukannya mendapat perlakuan khusus, karena kekhawatiran sebagai orang tua, Ayahku malah menghukumku. Karena saat itu, aku termasuk anak yang bandel, dan mungkin Ayahku sudah tidak tahu lagi bagaimana harus memberitahuku. Dan jadilah, tanganku diikat dengan handuk kecil, selesai mandi. Padahal, ikatan itu tidak seberapa, dengan sedikit gerakan saja, ikatan handuk itu bisa dengan mudahnya aku lepaskan. Tapi yang namanya anak kecil, waktu itu aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya.

Ayahku sekarang sudah memasuki usia 60 tahun. Entahlah melihat kondisi beliau sekarang, aku sangat-sangat khawatir. Apalagi dengan kesehatan beliau beberapa belakangan ini mengalami kemunduran. Dan sifat keras kepalanya muncul ketika aku menasehatinya. “Bapak jangan sering-sering kerja keras ngurusin kebun, pikirin juga kesehatan, jangan terlalu di porsir”. Omelanku ini sebenarnya standar. Dan Ayahku sendiri membela dirinya dengan nada seperti ini “Kamu diam saja, bapak ngurusin kebun itu kan buat kamu juga”. Skak Matt. Oke, aku selesai menasehatinya.

Kekhwatiranku semakin menjadi ketika aku hijrah ke jakarta. Kondisi ayahku tidak menentu. Kadang aku terima kabar dari ibuku, beliau sakit. Sudah beberapa kali rawat jalan, dan memang akhirnya sembuh. tetap saja tidak bisa membuat aku tenang.

Bapak, baleman nu megae ngalih pengupa jiwa, ngalih bekel idup. Milu ngacepang nah pak, pang bisa meli munyin pisaga ane setate ngeremehin tiang.” (Message spesial for my Dad)

Bagaimana pun, harapan seorang anak kepada Ayahnya, semoga beliau diberikan kesehatan lahir bathin dan mampu menikmati hasil jerih payah didikan yang diberikan kepada anak bungsunya.

 

All the best for my Dad, Made Rai Yasa

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s