Parkir Hati

Dewa cinta itu

tengah singgah
menjalin dan menenun sutra kasih sayang
merajut dan menyulam bersama sang kekasih, Dewi cinta

hingga ujung penantian
penantian yang tiada bertepi
ku tutup syair kesendirian
akhiri saja
semua ini akan sia-sia
Gumamku dalam angan besar

mirip layaknya sebuah
parkiran
hatiku masih terpakir
terpakir tanpa ada komando
begitu urakan
pada lapangan parkir hati

nan jauh di ujung sekelilingku
nampak pula
komando-komando cinta
pluit-pluit puitis menjerit
memekikkan telinga
penantian akan komando
komando yang dapat berulah
berulah rapi
merapikan ritme roda hati
ritme suara hati
menjemput setiap pluit komando
cinta

sebuah ungkapan
terlontar
kesabaran akan penantian
kehadiran jodoh
sangatlah benar
benar akan kenyataannya
benar akan keberadaanya
bahkan…
semua takluk akan penantian itu
sangatlah indah

indah di sisi ujung
sesak di tengah hati
semua ada pembandingnya
sama saja seperti
dua sisi mata uang yang berlainan

namun, kendaraan hati
tak jua terparkir
terparkir untuk terpikir
bagaimana
siapa
akankah
hatiku terparkir
pada zona indah
dalam lapangan parkir mahadaya
luas tak bertepi
yang ku sebut
Parkiran Hati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s