Lukisan Hati Sang Perjaka

berdiri kukuh
pada tepinya malam
dingin menusuk kulit ari

bagimana kabar
kisah klasik malam minggu ku?
apakah sama seperti
yang ku lewatkan malam ini

betapa keras
betapa abadinya senyum
kesendirian itu
bisakah di pralina
bisakah di hapuskan
dan tergantikan oleh
bisikan mesra cicak

namun terlalu iri
dengan semuanya
bahkan sepotong roti kenikmatan
tak jua ku rasakan
nikmat

hatiku masih terpaku
baiknya tercabut oleh waktu
akan hadirnya diriku
yang termangu
serta menyambut
apa yang ku sebut
Malu…

Malu karena ku sendiri
tiada seorangpun dengar
isak perjaka muda
seperti ku
Malu karena ku sendiri
sendiri habiskan waktu
sedangkan kalbu-kalbu
membising di benakku
Malu karena ku hina
hina terabaikan
dari dunia maya
dan Malu
karena sosok adam dan hawa
tak jua mengunjungi
hanya tuk dengarkan sapaan
“sudahkah kau sampaikan pesan cintaku padanya?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s