sayap, ranting dan dewi

aku ingat
dulu…
saat waktu hentikan
kepakan sayap-sayap
rantau
ku hinggap
padanya
salah satu ranting
ranting kokoh
berbuah keteduhan

dan bila
ku ulang lagi
ingatan itu kian
kuat
ku istirahat
untuk sejenak
dan ku lepaskan
penat-penat
sayapku

dan semakin kuat
ingatan itu
terulang lagi
ada bidadari tengah
menenun awan
dekat rasanya
terlempar senyum
dari bibir tipisnya
dan merona sudah
pipi suburku

“apa yang kau lakukan itu, dewi?”
tiada jawab ku
peroleh
hanya geraknya jadi
jawabnya
“kau akan menebar benih hujan?”
tiada untaian kata pun
ku peroleh

ku hela nafas panjang…
ku tahan dalam-dalam
Dewi tak nampak
lagi di depanku

namun ingatanku terhenti
terhenti pada titik
titik yang begitu ego
tak dapat bergerak
mundur pun enggan
diam mematung
dan ku sadari
sayap-sayap rantau
telah rapuh
ranting singgahan
begitu keropos
namun saja
bagitu cepat berlalu
dan tersadarku
tak ingat satu pun
apa yang ku rasakan

dan…
ku sadar
dan ku pahami
aku tak ingat
bagaimana terbang
dengan sayap-sayap kebanggaan
memiliki pun aku tak percaya
lalu tentang Dewi yang ku temui?
tidak
tidak ingat
tidak tahu satupun
tidak akan pernah sadar
bahwa hal itu
dunia
yang ku khayalkan

 NB : sudah pernah diposting di catatan Facebook milik penulis.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s